Tingkatkan Kewaspadaan Masyarakat : PMM 64 UMM Sosialisasikan Strategi Pengendalian Covid

TOPIKINI, MALANG – Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) 64 Gelombang 12 ikut serta dalam keterlibatan menjadi Duta Perubahan Perilaku Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Gerakan tersebut diselenggarakan atas kerjasama UMM dengan Satgas Penanganan Covid di Indonesia.

Terhitung dari tanggal 24 Juli 2021 PMM 64 ikut serta berperan aktif menjalankan program-program tersebut. Dimulai dari membagikan masker dan hand sanitizer kepada masyarakat, membuat konten edukasi menjaga PHBS, membagikan pamflet Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), hingga melakukan sosialisasi dibeberapa panti Asuhan.

Kegiatan ini ditujukan agar masyarakat tetap disiplin dan menerapkan kebijakan pemerintah. Keadaan pandemi seperti saat ini sangat membutuhkan kesadaran dan partisipasi langsung dari masyarakat sehingga akan menciptakan kondisi yang lebih baik.

PMM 64 yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapang, Ibu Tyas Deviana, M. Pd mengabadikan setiap momen kegiatan melalui akun instagram resmi @pmm.umm64joyoagungmalang.

Melalui postingan pada akun tersebut, kelompok PMM 64 memberikan konten edukasi guna menghimbau untuk terus menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Seperti terus mencuci tangan menggunakan sabun serta menggunakan double mask.

Hal ini didasari karena kepedulian dan bentuk upaya dari pemerintah untuk lebih memperhatikan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran vitus Covid-19 yang semakin bervariasi. Sehingga sangat perlu didukung kerjasama antara masyarakat biasa dengan para pemerintah yang terlibat.

Oleh sebab itu dengan inisiatif yang dimiliki anggota PMM 64 ikut menyajikan konten-konten protokol kesehatan.

Berdasarakan bukti nyata, kita sering menjumpai informasi seputar peringatan untuk menjaga protokol kesehatan di tempat umum, namun keberadaan pandemi di Indonesia sudah terhitung lebih dari 1 tahun lamanya.

Ternyata masih banyak masyarakat yang kurang patuh dan justru mengabaikan protokol kesehatan. Tidak sedikit dari masyarakat yang menolak untuk diedukasi dan menganggap diri mereka sudah merasa aman, terutama setelah melakukan vaksinasi.

Pandangan seperti kasus tersebut harus segera diubah dengan cara meningkatkan kesadaran masyarakat melalui strategi pengendalian covid yang dilakukan secara disiplin, kompak, dan konsisten.

Strategi yang dilakukan juga dengan cara membagikan informasi penyebab terjadinya penyebaran virus dengan melalui edukasi dan sosialisasi serta dukungan dari berbagai pihak seperti tokoh masyarakat dan para masyarakat biasa sendiri.

Selain itu upaya lainnya dengan cara menyukseskan program vaksinasi dan dukungan pelaksanaan 3T (Tes, Telusur, dan Tindak lanjut).(relis)