Inilah Arti Cap Go Meh dan Asal Mula Momen ini Dirayakan Warga Tionghoa

150
Perayaan Cap Go Meh di Padang 5/11/2023

TOPIKINI – Cap Go Meh adalah sebuah tradisi yang berasal dari Tiongkok dan merupakan bagian dari perayaan Tahun Baru Imlek. Cap Go Meh berlangsung pada hari ke-15 dari bulan pertama dalam kalender Tiongkok dan merupakan hari terakhir dari perayaan Tahun Baru Imlek.

Cap Go Meh menandai akhir dari perayaan Tahun Baru Imlek dan memperingati kesembuhan dari penyakit dan kebahagiaan dalam kehidupan. Dalam tradisi ini, orang-orang biasanya berkumpul dengan keluarga dan teman-teman untuk merayakan dengan makan bersama, menari, dan menyanyikan lagu-lagu tradisional.

Cap Go Meh juga merupakan momen bagi orang Tiongkok untuk membakar lilin dan rokok, serta memohon berkah dan keberuntungan untuk tahun baru yang akan datang. Beberapa orang juga mengunjungi kuil dan mempersembahkan makanan, uang, dan rokok untuk memohon keselamatan dan kebahagiaan.

Walaupun Cap Go Meh lebih populer di Tiongkok dan negara-negara Asia lain, perayaan ini juga diperingati oleh komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Dalam perayaan ini, orang-orang sering kali memakai pakaian tradisional dan menyebarkan kebahagiaan dengan memberikan hadiah kepada sesama.

Cap Go Meh adalah salah satu tradisi yang sangat kental dengan budaya Tiongkok dan memainkan peran penting dalam mempertahankan dan menyebarkan budaya Tiongkok ke generasi berikutnya. Perayaan ini menawarkan kesempatan bagi orang-orang untuk berkumpul dan merayakan kebersamaan, serta memohon kebahagiaan dan keberuntungan untuk tahun baru yang akan datang.

Sejarah Perayaan Cap Go Meh

Sejarah awal perayaan Cap Go Meh berasal dari Tiongkok kuno dan berhubungan dengan legenda Nian, sejenis monster yang menyerang desa-desa pada malam Tahun Baru. Masyarakat setempat mengatasi monster tersebut dengan membuat banyak kebisingan dan membakar lilin dan rokok.

Menurut legenda, Nian takut akan warna merah dan suara keras, sehingga masyarakat mulai menempel bendera merah dan membakar petasan untuk membuat kebisingan dan menakuti Nian. Dengan demikian, tradisi membakar lilin dan rokok pada perayaan Cap Go Meh berasal dari upaya untuk melindungi diri dari monster Nian.

Perayaan Cap Go Meh pertama kali diperingati pada hari ke-15 dari bulan pertama dalam kalender Tiongkok dan menandai akhir dari perayaan Tahun Baru Imlek. Sejak saat itu, Cap Go Meh menjadi bagian penting dari budaya Tiongkok dan diperingati setiap tahun oleh komunitas Tionghoa di seluruh dunia.

Walaupun perayaan Cap Go Meh berasal dari legenda Nian, tradisi ini sekarang lebih dikenal sebagai momen untuk merayakan kebersamaan dan memohon kebahagiaan dan keberuntungan untuk tahun baru yang akan datang. Perayaan ini memainkan peran penting dalam mempertahankan dan menyebarkan budaya Tiongkok ke generasi berikutnya.