Alex Indra Lukman Salurkan 2000 Bantuan Bedah Rumah di Sumbar

264

TOPIKINI.COM – Alex Indra Lukman, anggota Komisi V DPR RI menyalurkan lebih kurang 2000 bantuan bedah rumah dari kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk tahun 2018 ini. Bantuan tersebut tersebar di lima kabupaten kota yaitu kota Padang, kabupaten Dharmasraya, kabupaten Solok, kabupaten Pesisir Selatan dan kabupaten kepulauan Mentawai.

Nama program tersebut yaitu Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Siapa Presiden & Wakil Presiden 2019 Pilihan Anda?

“Kita mengusulkan kepada Kemen PUPR dan Alhamdulillah kita berhasil membawa lebih kurang 2000 unit untuk Sumbar, dan kami berharap ini bisa terlaksana dengan baik,” ucap Alex Indra Lukman anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, kepada Topikini.com Rabu (25/04/2018).

Di kota Padang tercatat sebanyak 636 unit rumah yang dibedah dalam program ini. Lokasinya terletak di 7 kecamatan yaitu Koto Tangah ( 7 kelurahan), Bungus Teluk Kabung (2 kelurahan), Kuranji (2 kelurahan), Nanggalo (3 keluarahan), Padang Barat (2 keluarahan), Padang Selatan (5 keluarahan) dan Lubuk Kilangan ( 4 kelurahan). Sedangkan Dharmasraya, kabupaten Solok, Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai lebih kurang 1200an.

“Saat ini tim fasilitator yang dibentuk oleh Satuan Kerja (Satker) perumahan provinsi Sumatera Barat sudah melakukan verifikasi ke rumah-rumah calon penerima bantuan, untuk memastikan kondisi rumah tersebut memenuhi syarat atau tidak untuk diberi bantuan,” tambah ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat ini.

Sosialisasi calon penerima BSPS di kel. Dadok Tunggul Hitam kec Koto Tangah

Kriteria penerima BSPS yaitu rumah tidak layak huni diantaranya rusak berat, tidak memenuhi aspek kesehatan juga tidak aman.

“Jika program ini berjalan baik, Insya Allah kita akan usulkan lagi untuk penambahan kuota pada APBN perubahan agar semakin banyak rumah warga Sumatera Barat yang bisa kita perbaiki,” tutup Alex.

Program BSPS Kemen PUPR ini memperbaiki rumah warga yang tidak layak huni menjadi layak huni dengan nilai bantuan sebesar Rp 12,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang. Karena ini bantuan swadaya, warga penerima bantuan juga diminta harus ikut swadaya dalam pengerjaan rumah mereka.(art)

Loading...