Warga dan Petugas Gotong Royong Bersihkan Sisa Banjir Bandang
Suasana gotong royong tampak di aliran Sungai Batang Sandir, Jorong Sawahlaweh, Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu siang.
TOPIKINI, LIMAPULUH KOTA - Suasana gotong royong tampak di aliran Sungai Batang Sandir, Jorong Sawahlaweh, Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu siang.
Puluhan masyarakat bersama personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah, TNI-Polri, aparatur kecamatan, hingga perangkat nagari bahu-membahu membersihkan batang-batang kayu besar yang tumbang dan melintangi aliran sungai.
Tumpukan batang kayu berukuran besar memenuhi badan sungai, sebagian bahkan tersangkut melintang, menghambat arus air yang mengalir deras menuju hilir.
Petugas dan warga harus turun langsung ke sungai dengan arus yang masih cukup kuat untuk menyingkirkan ranting, lumpur, serta material kayu yang terbawa banjir.
Dengan menggunakan alat sederhana dan gergaji mesin, proses pembersihan dilakukan secara manual.
Beberapa personel tampak berdiri di tengah aliran sungai, sementara yang lain berjaga di tepi sungai untuk membantu evakuasi material kayu.
Kondisi tebing sungai yang tergerus juga menambah tingkat kewaspadaan selama proses pembersihan berlangsung.
Pohon-pohon besar tersebut tumbang akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Limapuluh Kota pada Rabu lalu.
Curah hujan tinggi memicu banjir bandang dan luapan air yang membawa material kayu dari hulu hingga menumpuk di Sungai Batang Sandir.
Sungai Batang Sandir sendiri merupakan salah satu aliran yang bermuara ke Batang Agam di Kota Payakumbuh.
Jika tidak segera dibersihkan, tumpukan kayu ini dikhawatirkan dapat memperparah risiko banjir susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.
Warga setempat menyebutkan, derasnya arus saat banjir membuat sejumlah pohon besar di sepanjang bantaran sungai roboh dan terseret arus.
Selain menghambat aliran air, material kayu tersebut juga mengancam lahan pertanian warga di sekitar sungai.
Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota telah menetapkan status tanggap darurat bencana atas kejadian ini.
Penetapan tersebut dilakukan sebagai langkah percepatan penanganan dampak banjir, termasuk pembersihan sungai, pendataan kerusakan, serta antisipasi bencana susulan.
Hingga Minggu siang, proses pembersihan masih terus berlangsung.
Pemerintah daerah bersama masyarakat berharap seluruh material kayu yang menyumbat aliran sungai dapat segera disingkirkan agar potensi banjir lanjutan dapat diminimalisir.(rls)

