SD Negeri 10 Lambung Bukit Terancam Ambruk, Aktivitas Belajar Tetap Berjalan di Tengah Rasa Was-was
TOPIKINI, PADANG — Kondisi SD Negeri 10 Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, memprihatinkan. Bangunan sekolah yang berada di tepi aliran sungai itu kini terancam ambruk setelah banjir besar yang terjadi pada Desember 2025 lalu menggerus badan jalan dan tebing di sekitar sekolah.
Dari pantauan di lokasi, kerusakan terlihat jelas pada akses jalan di depan sekolah. Badan jalan yang sebelumnya menjadi jalur utama warga dan pelajar kini terbelah dengan retakan besar.
Sebagian badan jalan bahkan telah amblas ke arah sungai. Posisi sekolah yang sangat dekat dengan bibir sungai membuat kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan.
Meski berada dalam kondisi rawan, kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 10 Lambung Bukit hingga kini masih tetap berlangsung setiap hari.
Para murid dan guru tetap datang ke sekolah karena belum tersedia gedung pengganti yang dapat digunakan sebagai tempat belajar sementara.
Kondisi ini membuat orang tua murid merasa cemas. Mereka khawatir keselamatan anak-anak terganggu, terutama saat hujan deras kembali turun dan debit air sungai meningkat.
Ancaman longsor susulan dinilai masih sangat mungkin terjadi karena bagian tebing di sekitar sekolah sudah tergerus banjir.
Selain mengancam bangunan sekolah, banjir besar tersebut juga memutus akses jalan utama menuju sekolah.
Akibatnya, sebagian murid kesulitan untuk datang ke sekolah. Mereka harus melewati jalan alternatif yang kondisinya terbatas dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.
Bagi murid yang biasanya berjalan kaki atau diantar menggunakan kendaraan roda empat, kondisi ini tentu menjadi kendala serius.
Akses yang sulit membuat perjalanan ke sekolah menjadi lebih jauh, tidak nyaman, dan berisiko, terutama bagi anak-anak usia sekolah dasar.
Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi SD Negeri 10 Lambung Bukit.
Penanganan darurat dinilai mendesak dilakukan untuk mencegah kerusakan yang lebih parah dan memastikan keselamatan murid serta guru.
Setidaknya, perlu ada langkah cepat berupa pengamanan tebing sungai, perbaikan akses jalan, serta kajian teknis terhadap keamanan bangunan sekolah.
Jika kondisi bangunan dinilai tidak lagi aman, pemerintah diharapkan segera menyiapkan lokasi belajar sementara agar proses pendidikan tetap berjalan tanpa membahayakan keselamatan anak-anak.
Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang aman bagi anak-anak. Karena itu, kondisi SD Negeri 10 Lambung Bukit yang kini berada di tengah ancaman kerusakan akibat banjir perlu segera mendapat solusi nyata.
Murid-murid tetap berhak mendapatkan pendidikan yang layak, aman, dan tenang, tanpa harus belajar dalam bayang-bayang rasa was-was.(Pangeran)

