Konsumsi Gasoline dan LPG Sumbar Tertinggi di Sumatera, Pertamina Pastikan Aman Saat Mudik
TOPIKINI, PADANG - Penggunaan gasoline mencapai 11 persen selama arus mudik Lebaran, begitu juga dengan penggunaaan LPG di Sumbar mencapai 7,2 persen, paling tinggi dibanding provinsi Aceh, Sumut, Kepri dan Riau.
Hal ini disampaikan Sunardi, Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut saat konpres online maupun offline sore ini dengan puluhan wartawan.
"Proyeksi Pertamina, Sumbar menjadi provinsi paling tinggi menggunakan gasoline dan LPG karena orang Sumbar paling banyak merantau, dan paling banyak yang mudik saat Idul Fitri. Ditambah lagi adanya sejumlah program pulang Basamo orang Minang dari rantau.
Pertamina membagi puncak arus mudik pada tanggal 14-15 Maret dan puncak kedua tanggal 18-19 Maret 2026.
Dan arus balik puncaknya di prediksi tanggal 24-25 Maret kemudian puncak balik kedua tanggal 28-29 Maret 2026.
Kenaikan kebutuhan BBM dan LPG ini sudah di antisipasi Pertamina dengan stok hingga 32 hari kedepan.
Sementara untuk kenyamanan pemudik, Pertamina juga menyiapkan 11 serambi my Pertamina di Bandar udara Kualanamu dan Bandara Internasional Minangkabau serta sejumlah rest area yang dilewati pemudik, termasuk tempat wisata dan di rest area tol.
Fasilitas di serambi my Pertamina, mulai dari pengecekan kesehatan gratis, menyediakan ambulance, tempat main anak anak.
Sementara itu, pemudik juga disarankan menggunakan aplikasi my Pertamina saat mudik, untuk memudahkan mengetahui SPBU yang beroperasi 24 jam, dan informasi dimana saja, titik titik serambi my Pertamina
Tidak hanya itu, Pertamina juga menyiapkan 37 unit motoris jika pemudik kehabisan BBM di daerah rawan macet. Pemudik tinggal menghubungi nomor 135.
Sejumlah langkah lainnya, Pertamina juga menyiapkan 842 SPBU, 296 diantara nya SPBU yang beroperasi 24 jam. 1079 pertashop, 934 agen dan outlite LPG, 35 unit mobil tangki yang stanby, serta 14 titik Pertamina siaga.
SPBU modular juga disiapkan di lokasi bencana di Aceh.
Dari histori tiap mudik dan balik Lebaran, kecendrungan LPG diprediksi naik 3,8 persen ( 3.874KL), Pertalite 8,$ persen (12.124 KL), dan penggunakan avtur untuk penerbangan naik sekitar 10 persen (933 KL).(lia)

