12 Tahun Jadi Kurir JNE, Dedikasinya Dibalas dengan Umroh Gratis

12 Tahun Jadi Kurir JNE, Dedikasinya Dibalas dengan Umroh Gratis
Joko, salah satu kurir JNE dari 19 karyawan JNE di Sumbar yang diberangkat umroh gratis oleh JNE

TOPIKINI, PADANG - Dua belas tahun Joko bangun sebelum subuh, menyapa jalanan Padang dengan motor nya, dan mengantar paket apa pun keadaannya. Panas, hujan, banjir, badai, tak pernah jadi alasan untuk berhenti. 

Ia tak pernah menyangka, kesetiaannya itu akan mengantarkannya ke tempat yang selama ini hanya bisa ia doakan: Tanah Suci.

Joko adalah salah satu dari  19 karyawan JNE Sumatera Barat yang diberangkatkan umroh sepenuhnya oleh perusahaan pada November 2025. Tiket, paspor, vaksin, uang saku, semua ditanggung JNE. Tak ada yang dipotong dari gajinya.

"Betul-betul tidak menyangka. Setelah COVID, yang penting masih bisa kerja dan anak istri bisa makan setiap hari, saya sudah bersyukur," ucap Joko pelan, matanya mulai berkaca-kaca saat mengenang hari ia dipanggil kantor.

Bagi Joko, umroh bukan sekadar liburan rohani. Itu adalah cita-cita yang ia simpan diam-diam sejak lama, sambil berharap Allah memberi umur dan kesehatan untuk mewujudkannya.

Ia ingat betul masa sulit pasca COVID. Tetangga banyak yang dirumahkan, gaji dipotong, bahkan kehilangan pekerjaan. Tapi di JNE, tidak ada satu pun kata PHK. Tidak ada gaji yang dipotong. Hanya ada satu pesan: kerja dengan ikhlas, perusahaan akan menjaga kalian.

"Kalau itu saja saya sudah sangat bersyukur. Apalagi sekarang JNE memberangkatkan saya umroh," katanya.

Sejak Agustus 2012, Joko hidupnya memang untuk JNE. Dari kurir, pindah ke gudang, lalu kembali ke jalanan. Setiap paket yang ia antar adalah titipan amanah. Setiap tetes keringat adalah nafkah untuk istri dan empat anaknya yang masih kecil—yang paling besar 8 tahun, yang paling kecil baru 3 tahun.

Ketika kabar itu sampai ke istrinya, Fitri (37), yang ada hanya tangisan haru.  

"Semua muslim pasti mengidam-idamkan bisa umroh. Rasanya seperti mimpi suami saya mendapat kesempatan ini dari JNE," ujar Fitri.

Bahkan ibunya yang lahir tahun 1954 tak henti bertanya ulang. Tidak percaya, anaknya yang setiap hari mengantar paket, bisa sampai ke Mekkah.

"Di JNE, karyawan bukan cuma dilihat sebagai pekerja. Kami dihargai sebagai keluarga. Dan keluarga itu dijaga, dirawat, bahkan diantar sampai ke Tanah Suci," ucap Joko, menutup ceritanya.

(Foto : Joko, belasan tahun bekerja di JNE Sumbar)

Kepala JNE Sumatera Barat, Ahmad Junaidi, mengatakan program ini adalah bentuk cinta perusahaan kepada orang-orang yang sudah membesarkan nama JNE dari lapangan.  

"Ini bukan sekadar reward. Ini cara perusahaan menjaga semangat, motivasi, dan rasa memiliki. Ketika karyawan bekerja dengan hati, pelanggan juga akan merasakan pelayanan yang tulus," ujarnya.

(Foto : Kantor cabang utama JNE  Sumatera Barat ada, Jl. Nipah No. 42 C, Kota Padang, Sumatera Barat)

Bagi Joko, perjalanan ke Tanah Suci itu bukan akhir. Itu awal dari janji untuk terus bekerja dengan ikhlas, menjaga amanah, dan membalas kebaikan JNE dengan pelayanan terbaik.

Karena kadang, penghargaan terbesar bukan datang dalam bentuk bonus. Tapi dalam bentuk doa yang diijabah, dan perusahaan yang memperlakukanmu seperti keluarga. (Penulis: Zulia Yandani/Lia)