Bersiap! Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Segera Dibuka, IPDN hingga PKN STAN Jadi Incaran

Bersiap! Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Segera Dibuka, IPDN hingga PKN STAN Jadi Incaran

TOPIKINI, JAKARTA – Pemerintah mulai mempersiapkan penerimaan peserta didik Sekolah Kedinasan tahun 2026. Hal tersebut ditandai dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2026 tentang Penerimaan Peserta Didik Sekolah Kedinasan.

Peraturan terbaru itu ditetapkan pada 15 Juli 2026 dan diundangkan pada 16 Juli 2026. Regulasi tersebut menjadi landasan pelaksanaan penerimaan calon mahasiswa, praja, dan taruna Sekolah Kedinasan pada kementerian dan lembaga pemerintah.

Hingga Minggu, 26 Juli 2026, jadwal pendaftaran, jumlah formasi, dan persyaratan khusus penerimaan Sekolah Kedinasan 2026 belum diumumkan secara resmi.

Calon peserta disarankan terus memantau portal SSCASN Sekolah Kedinasan milik Badan Kepegawaian Negara serta situs resmi masing-masing kementerian dan lembaga penyelenggara.

Sekolah kedinasan yang selama ini banyak diminati antara lain Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Politeknik Keuangan Negara STAN, Politeknik Statistika STIS, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG), Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), serta Politeknik Siber dan Sandi Negara.

Selain itu, terdapat sejumlah sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan serta pendidikan kedinasan di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan.

Satu Peserta Hanya Boleh Memilih Satu Sekolah

PermenPANRB Nomor 13 Tahun 2026 menegaskan bahwa setiap pelamar hanya dapat mendaftar pada satu Sekolah Kedinasan.

Apabila diketahui mendaftar pada lebih dari satu Sekolah Kedinasan, pelamar dapat dinyatakan gugur. Karena itu, calon peserta perlu mempelajari bidang pendidikan, persyaratan, pola seleksi, dan peluang penempatan sebelum menentukan pilihannya.

Proses penerimaan dilaksanakan melalui tahapan pengumuman, pendaftaran, seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar, seleksi lanjutan, penentuan kelulusan akhir, dan pengumuman hasil seleksi.

SKD Semua Sekolah Menggunakan CAT BKN

Pada tahap awal, calon peserta dari berbagai Sekolah Kedinasan mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar menggunakan sistem Computer Assisted Test Badan Kepegawaian Negara atau CAT BKN.

Materi SKD terdiri atas Tes Wawasan Kebangsaan, Tes Intelegensia Umum, dan Tes Karakteristik Pribadi.

Dengan demikian, peserta IPDN, PKN STAN, Polstat STIS, STMKG, STIN, Poltek SSN, sekolah Kementerian Perhubungan, serta Imigrasi dan Pemasyarakatan sama-sama harus mempersiapkan TWK, TIU, dan TKP.

Perbedaan seleksi biasanya muncul setelah peserta dinyatakan lolos SKD. Setiap sekolah menetapkan seleksi lanjutan sesuai kebutuhan dan karakter pendidikannya.

Seleksi lanjutan tersebut dapat berupa tes akademik, psikologi, kesehatan, kesamaptaan, pemeriksaan fisik, wawancara, serta tes lain yang ditentukan oleh instansi penyelenggara.

Lulus nilai ambang batas SKD juga belum otomatis membuat peserta diterima. Peserta tetap harus bersaing dalam pemeringkatan sesuai jumlah formasi dan mengikuti seluruh seleksi lanjutan yang ditentukan.

ARKUS Edu Buka Halaman Khusus Sekolah Kedinasan

Untuk membantu calon peserta mempersiapkan diri lebih awal, ARKUS Edu telah membuka halaman khusus Sekolah Kedinasan 2026.

Halaman tersebut menjadi pusat informasi dan persiapan bagi calon peserta yang ingin mengenal pilihan Sekolah Kedinasan, memahami alur penerimaan, menyiapkan dokumen, serta berlatih menghadapi SKD.

Calon peserta dapat mengakses halaman tersebut melalui:

https://edu.arkus.id/sekolah-kedinasan.php

Melalui halaman khusus ini, pengguna dapat mempelajari pilihan sekolah seperti IPDN, PKN STAN, Polstat STIS, STMKG, STIN, Poltek SSN, sekolah Kementerian Perhubungan, serta pendidikan Imigrasi dan Pemasyarakatan.

ARKUS Edu juga menyediakan akses persiapan materi TWK, TIU, dan TKP serta Simulasi CAT untuk membantu peserta mengukur kemampuan sebelum mengikuti seleksi resmi.

Karena SKD pada tahap awal menggunakan materi yang sama, calon peserta dari berbagai Sekolah Kedinasan dapat memanfaatkan Simulasi CAT Sekolah Kedinasan sebagai fondasi latihan. Setelah itu, peserta dapat mempersiapkan seleksi lanjutan sesuai sekolah yang dipilih.

Persiapkan Diri Sebelum Pendaftaran Dibuka

Walaupun pendaftaran resmi belum dimulai, calon peserta dapat mempersiapkan dokumen dasar sejak sekarang, seperti Kartu Keluarga, KTP atau KIA, akta kelahiran, ijazah atau surat keterangan lulus, rapor, pasfoto, serta email dan nomor telepon aktif.

Peserta juga perlu memastikan kesesuaian data NIK, nama, tempat dan tanggal lahir pada seluruh dokumen. Perbedaan data dapat menimbulkan kendala saat melakukan pendaftaran melalui SSCASN.

Persiapan belajar juga sebaiknya tidak ditunda sampai jadwal pendaftaran diumumkan. Tingginya persaingan membuat peserta tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan menjawab soal, tetapi juga membutuhkan manajemen waktu, ketelitian, dan kesiapan mental.

Hasil Simulasi CAT di ARKUS Edu merupakan alat ukur latihan dan bukan jaminan kelulusan. Kelulusan resmi sepenuhnya ditentukan oleh panitia seleksi pemerintah berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Informasi pada halaman ARKUS Edu juga harus digunakan sebagai bahan persiapan. Jadwal, formasi, persyaratan, dan ketentuan akhir tetap mengacu pada pengumuman resmi pemerintah.

Calon peserta dapat memantau pendaftaran melalui portal SSCASN Sekolah Kedinasan BKN di https://dikdin.bkn.go.id serta portal resmi masing-masing sekolah.

Mulai persiapan Sekolah Kedinasan 2026 melalui ARKUS Edu:

https://edu.arkus.id/sekolah-kedinasan.php

Penulis: Redaksi Topikini