Video Pesona Lereng Gunung Kerinci, Seperti ini !

TOPIKINI, KERINCI - Sore, 8 November 2025 lalu, nampak trik mentari mulai terbenam diupuk barat, di  Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Aktivitas warga pemetik teh, mulai turun dari lereng gunung Kerinci, sambil memikul dan melansir dengan sepeda motor hasil petikan daun teh.

Sementara, suasan di jalan lintas Sumatra menghubung Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Sumatra Barat (Sumbar) dan Kerinci, Jambi itu sibuk lalu lalang. Suasana pertokoan mulai tutup, karena menjelang solat magrib.

Keindahan lereng gunung kerinci cukup memesona, meski hari itu itu sedikit diselimuti kabut awan. Suasana dingin dan hembusan angin di bawah lereng, cukup menyengat hingga ke tulang dan membuat tidak tanah berada di luar ruangan.

"Cukup dingin dan indah sekali di sini ya," ujar Hendra Ritonga, salah seorang pengunjung, yang melintas di jalur Solok Selatan-Kerinci ini.

Deka, warga di Kayu Aro, membawa kami ke puncak tepatnya Swarga Homestay. Dari puncak ini suasana nan indah kelihatan hamparan lerengan gunung kerinci. Atap rumah-rumah penduduk menambah indah pandangan mata. 

Sambil menikmati secangkir kopi dan gorengan kentang, suasana tambah indah serta nikmat. "Puncak ini menjadi surga dunia, karena pesona nan indah," ujar Zainuddin Harahap.

Alam lerang kerinci menjadi primadona kunjungan wisatawan, baik manca negara maupun domestik. Tidak henti-hentinya warga datang dari berbagai daerah untuk menikmati secangkir kopi sambil melihat pesona alam gunung kerinci.

Gunung Kerinci terletak di perbatasan antara Provinsi Jambi dan Sumatera Barat. Gunung ini merupakan bagian dari jajaran Pegunungan Barisan, yang membentang di sepanjang sisi barat Sumatera. 

Gunung Kerinci dikelilingi oleh Taman Nasional Kerinci Seblat. Taman nasional ini merupakan situs warisan dunia UNESCO.

Taman Nasional Kerinci Seblat terkenal karena keanekaragaman hayati yang kaya. Salah satu kekayaan alam tersebut adalah spesies harimau Sumatera yang terancam punah.

Sejarah Letusan  Gunung Kerinci paling awal yang tercatat terjadi pada tahun 1838. Sejak saat itu, gunung ini telah mengalami banyak letusan eksplosif sedang, dengan aktivitas yang terus berlanjut hingga abad ke-21. 

Letusan Gunung Kerinci didokumentasikan terjadi pada tahun 2004, 2009, dan pada tanggal 2 Juni 2013. Letusan ini identik dengan asap hitam membubung 600 meter di atas puncak. 

Letusan yang lebih baru terjadi antara Oktober 2022 dan Februari 2023. Letusan-letusan ini ditandai dengan gumpalan abu kecil. 

Pendakian pertama Gunung Kerinci yang tercatat dilakukan pada bulan Desember 1877. Pendakian ini dilakukan oleh pendaki gunung asal Belanda yang bernama Arend Ludolf van Hasselt dan Daniël David Veth. 

Pada awal abad ke-20, wilayah tersebut menjadi fokus Ekspedisi Kerinci. Pada tahun 1903 sebuah kampanye militer dilakukan oleh Tentara Kerajaan Hindia Belanda untuk menegaskan kendali kolonial atas wilayah tersebut. (Bonar Harahap)