Geliat TNI berjibaku di Lokasi TMMD di daerah Istana Kerajaan Minangkabau : Tangis Haru-pun Pecah

Geliat  TNI berjibaku di Lokasi TMMD di daerah Istana Kerajaan Minangkabau : Tangis Haru-pun Pecah

TOPIKINI, TANAH DATAR - Memasuki Kabupaten Tanah Datar,Sumatera Barat, kita di suguhkan dengan pemandangan  Negeri yang elok, kiri kanan sawah hijau membentang indah.

Di Kabupaten ini, berdiri megah Istana Basa Pagaruyung, replika pusat pemerintahan Kerajaan Pagaruyung yang didirikan pada 1347 oleh Adityawarman. 

Istana Basa Pagaruyung menjadi museum, cagar budaya, dan objek wisata utama untuk melestarikan adat Minangkabau dengan filosofi "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah".

Tak jauh dari  bangunan megah Istana Basa Pagaruyung ini, ada sejumlah kampung mengapit.

Di kampung yang tak jauh dari Istano (Istana) ini, disinilah ratusan Pasukan TNI melaksanakan TMMD.

Masraini, salah seorang warga Jorong Gudam, Nagari Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat yang dijumpai jurnalis topikini.com tak henti hentinya menangis terharu melihat rumah yang ia dan keluarga idam idamkan berdiri kokoh di depannya.

Lebih banyak diam, tak banyak kata kata yang terucap saat menatap rumah yang  di bangun TNI dalam program TMMD ke 127.

Sambil menangis, ibu paruh baya ini bercerita  seolah tak percaya bisa  memiliki sebuah rumah.

Ia berulang ulang mengatakan seperti mimpi dan terus menangis.

" Saya tidak  menyangka bisa punya rumah mba, karena kami hidup sangat pas pas an kadang malah kekurangan. Suami saya kerja serabutan,apa saja dikerjakan asal kami bisa makan. Untung makan saja susah, apalagi untuk membuat rumah", ujar ibu paruh baya ini sambil terus menangis.

Ia melanjutkan ceritanya, jika selama ini, tidur di kedai kecil didepan rumah. 

Kedai itu sehari hari selain tempat berteduh juga sebagai tempat  menjual kopi.  Jika ada modal baru dibuka, kadang kedai di tutup, jika uang modal habis dipakai untuk kebutuhan sehari hari.

Saya yang mewawancarai ibu Masraini menjadi ikut menangis.

Suaminya, Riko Fernandes, tampak ikut membantu anggota TNI yang sedang menyelesaikan rumah idamannya.

Ibu Masraini lanjut bercerita, sejak menikah ia menumpang dirumah orangtua. Tiga anaknya  mulai besar, satu orang anaknya sudah menikah sehingga rumah sudah penuh sesak.Sehingga ia dan suami pindah ke kedai kecil didepan rumah. Kedai kecil itupun bocor sana sini dan nyaris roboh. Namun mereka tetap bertahan karena uang  hanya cukup untuk makan.

Tangis ibu Masraini, merupakan tangis haru dan bahagia, karena rumahnya di buatkan TNI  dari beton dan beratapkan genteng. Ia bercerita tak bisa membalas kebaikan TNI yang sudah membantu membuatkan tempat ia dan keluarga berteduh. Namun ia berdoa, agar anggota TNI yang sudah bekerja membangun rumahnya capek, panas panas dan dibulan puasa akan dibalas oleh Allah.

"Saya tidak bisa memberikan apa apa, hanya doa buat anggota  TNI yang sudah susah payah  mendirikan rumahnya," ujar Ibu Masraini. 

Irmaidina,  Walinagari Pagaruyuang mengatakan kami sekuat tenaga mencari bantuan untuk warga nya yang hidup tidak layak.

Di Nagari Pagaruyung ini,  ada 7 rumah tidak layak huni yang dibangun TNI dalam program TMMD.

Serka Sahrul Amri, merupakan kordinator pelaksanaan TMMD ke 127  di Wilayah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Tentara yang diturunkan untuk program TMMD sekitar 131 orang.

Ia bercerita, membangun rumah tidak layak huni menjadi layak huni, menurunkan tentara tentara yang ahli di bidangnya . Jadi tidak asal asalan, tapi menurunkan tentara yang punya keahlian bertukang. Agar warga yang dibantuan puas, menempati rumah yang TNI buat.

"Bekerja saat bulan puasa, panas terik,  tentulah berat ,namun lelah terbayar dengan senyum dan tangis haru warga yang kami bantu ,"ujar Serka Sahrul Amri.

Tak jauh dari rumah Masraini, ada satu rumah lagi yang tidak layak huni di bangun TNI.

Sebuah rumah gubuk kecil ukuran sekitar 2 meter x 3 meter  dibangun seadanya dari kayu dan bahan bahan bekas berdiri sudah bertahun tahun di tempati  pasangan suami istri  Sriandini(43) warga  Jorong Gudam, Nagari Pagaruyung dan suaminya  Ridwan (50).

Ridwan sehari hari menjadi petugas penyapu sampah  di Pasar Batusangkar. Istrinya bekerja sebagai tukang cuci,atau tukang setrika, dan bersih bersih rumah.

Mereka memiliki 3 anak yang mulai dewasa. Sang istri tampak matanya berbinar binar bahagia melihat proses rumahnya dibangun TNI.

Ia berkaca kaca bercerita jika gaji suaminya sebagai tukang sapu di Pasar dan ia yang kerja apa saja hanya cukup untuk makan. Tak sanggup untuk membangun sebuah rumah yang tentu biaya nya sangat besar. 

"Rumah kami sudah di survey Walijorong, Walinagari, Ninik mamak setempat, dan  pihak Kodim . Dan kami sangat bersyukur tokoh tokoh dikampung kami dan TNI peduli dengan kami",ujar Sriandini.

Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, S.I.P., M.Han. mengatakan Program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) anggotanya  membangun 7 rumah warga tidak layak huni menjadi layak huni setelah melakukan proses panjang survey mana saja rumah yng layak dibantu.

Rehap RTLH (rumah tidak layak huni) sebanyak 7 unit yaitu di Jorong Gudam dan Balai Janggo.

TNI juga membangun MCK 3 unit di 3 Jorong gudam , Balai Janggo dan Padang tan agar warga tidak membuat jamban ke kolam lele .

Tidak hanya itu, TMMD juga membuka  jalan baru, di Jorong Gudam,Nagari Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Jalan yang dibangun sepanjang 2.050 meter awalnya jalan setapak, semak, ada juga yg lebar 3 meter kemudian dibangun menjadi lebar  6 meter dengan semen beton. Jalan ini akan mempermudah wargaembaw hasil taninya seperti pokat, damar, getak pinus untuk dibawa ke Ibukota Kabupaten.

Kemudian juga pemasangan puluhan gorong gorong untuk jalan air dan  gorong ramco baja di aerah Jorong Gudam, Jorong Kapuah, Jorong Balai Janggo.

Diharapkan jika jalan yang dibangun TNI mulai mudah diakses warga, selain mempermudah membawa hasil tani, juga menghidupkan objek wisata  situs Pagaruyuang Lama, Tapak Istano Pagaruyung.

Karena kampung tempat pelaksanaan TMMD ini, tak jauh dari Istana Pagaruyung.

Dalam Program TMMD yang menurunkan ratusan anggota TNI ini juga melakukan gerakan ketahanan pangan dengan menanam berhektar hentar cabe.

Termasuk melakukan gerakan pencegahan stunting dengan melakukan penyuluhan ibu dan anak dan membagikan ratusan paket untuk balita.

(Jurnalist topikini.com dengan Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, S.I.P., M.Han.)

Bupati Tanah Datar,  Eka Putra, S.E., M.M mengatakan Alhamdulillah tahun ini kita bisa melakukan TMMD bersama Kodim 0307 , walau dalam keadaan efisiensi. 

Namun tetap bisa melakukan pembukaan jalan baru untuk  kelancaran distribusi hasil tani, dan juga membangun RTLH sebanyak 7 uni  di Nagari Pagaruyung. Terimakasih untuk semua yg sudah berkontribusi sehingga  berjalan nya TMMD di Kabupaten  Tanah Datar"

Di Negeri Adat Pagaruyung yang tercinta, TNI hadir dengan cinta dan dedikasi, mengukir harapan, membangun masa depan, dan mengabadikan cinta tanah air di bumi Minangkabau yang kaya akan budaya dan sejarah. Penulis: Zulia Yandani (lia)