Dede Indra Permana Soediro Ajak Masyarakat Pemalang Bersama-sama Wujudkan Keadilan Sosial
TOPIKINI, PEMALANG — Mewujudkan keadilan sosial bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan oleh pemerintah sendirian. Dibutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat agar setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk hidup lebih baik. Pesan tersebut disampaikan Anggota MPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah X, Dede Indra Permana Soediro, saat menggelar Sosialisasi MPR RI di Aula Ampel Gading, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Selasa, 29 September 2026.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Upaya untuk Terus Mewujudkan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.”
Dalam suasana yang berlangsung santai dan komunikatif, Dede mengajak masyarakat untuk melihat keadilan sosial bukan hanya sebagai istilah yang sering terdengar dalam pidato atau dokumen negara, tetapi sebagai sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keadilan sosial dapat dimulai dari hal-hal sederhana di lingkungan masing-masing. Misalnya, saling membantu, tidak membeda-bedakan orang berdasarkan latar belakang, memberikan kesempatan yang sama kepada orang lain, serta peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Kalau kita bicara keadilan sosial, jangan dibayangkan sesuatu yang terlalu jauh. Di lingkungan kita sendiri, ketika kita mau membantu tetangga, menghargai orang lain dan tidak membeda-bedakan, itu sudah bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial,” ujar Dede.
Ia mengatakan, sila kelima Pancasila, “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, memiliki makna yang sangat luas. Keadilan bukan berarti semua orang harus mendapatkan sesuatu dalam jumlah yang persis sama, tetapi setiap warga negara harus mendapatkan hak dan kesempatan yang layak serta diperlakukan secara adil.
Dede juga menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan. Menurutnya, kemajuan Indonesia tidak boleh hanya dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di kota-kota besar. Masyarakat di daerah, termasuk wilayah pedesaan dan kawasan yang memiliki tantangan geografis, juga harus mendapatkan akses yang baik terhadap pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi, dan berbagai pelayanan publik.
“Jangan sampai ada masyarakat yang merasa pembangunan hanya milik mereka yang tinggal di kota. Negara harus hadir dan memastikan pembangunan bisa dirasakan seluruh masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Dede juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya menunggu bantuan dari pemerintah. Masyarakat, menurutnya, juga memiliki peran penting dalam membangun kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan bersama.
Ia mendorong masyarakat untuk memanfaatkan berbagai potensi yang ada di lingkungan masing-masing, termasuk potensi pertanian, UMKM, ekonomi kreatif, maupun usaha berbasis sumber daya lokal.
“Pemerintah tentu punya tanggung jawab, tetapi masyarakat juga punya peran. Kalau pemerintah dan masyarakat bisa berjalan bersama, saya yakin upaya meningkatkan kesejahteraan akan jauh lebih cepat,” tuturnya.
Dede kemudian mengingatkan bahwa semangat gotong royong merupakan salah satu kekuatan masyarakat Indonesia yang harus terus dipertahankan. Di tengah kehidupan yang semakin individualistis dan perkembangan teknologi yang begitu cepat, budaya saling membantu dan kepedulian terhadap sesama jangan sampai hilang.
Menurutnya, gotong royong merupakan bentuk nyata dari keadilan sosial. Ketika masyarakat yang memiliki kemampuan membantu mereka yang membutuhkan, tercipta rasa kebersamaan dan kepedulian yang menjadi modal penting dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik.
Selain itu, Dede mengajak masyarakat untuk menggunakan media sosial secara bijak. Menurutnya, media sosial seharusnya bisa menjadi sarana berbagi informasi, membuka peluang usaha, dan memperluas jaringan, bukan justru menjadi tempat menyebarkan kebencian atau informasi yang dapat menimbulkan konflik.
“Sekarang hampir semua orang punya akses ke media sosial. Mari kita gunakan untuk hal-hal yang positif. Kalau ada informasi yang belum jelas, jangan langsung disebarkan. Kita cek dulu kebenarannya,” pesannya.
Dalam sosialisasi tersebut, Dede juga mengingatkan kembali masyarakat mengenai pentingnya memahami empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Ia berharap pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun masyarakat yang adil, saling menghormati, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Dede menegaskan bahwa keadilan sosial pada akhirnya bukan hanya tentang apa yang diberikan negara kepada rakyat, tetapi juga tentang bagaimana seluruh elemen masyarakat saling memberikan ruang, kesempatan, dan dukungan untuk tumbuh bersama.
“Intinya sederhana, jangan hanya berpikir bagaimana kita bisa maju sendiri. Kita juga harus berpikir bagaimana orang di sekitar kita bisa ikut maju. Kalau semakin banyak masyarakat yang sejahtera, tentu Indonesia juga semakin kuat,” pungkasnya.
Kegiatan Sosialisasi MPR RI tersebut mendapat respons positif dari masyarakat yang hadir. Dialog berlangsung secara terbuka dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan peserta, khususnya terkait persoalan kesejahteraan, pembangunan, pelayanan publik, dan kondisi masyarakat di wilayah Kecamatan Watukumpul dan sekitarnya.(art)

