Bulan Bung Hatta, Alex Indra Lukman Ajak Masyarakat Rawat 4 Pilar Kebangsaan
TOPIKINI, PADANG — Anggota MPR/DPR RI Alex Indra Lukman mengajak masyarakat menjadikan momentum Bulan Bung Hatta sebagai ruang untuk memperkuat kembali nilai-nilai kebangsaan, terutama Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Ajakan itu disampaikan Alex dalam kegiatan memperingati Bulan Bung Hatta yang digelar di halaman Rumah Aspirasi/Sekretariat DPD PDI Perjuangan Sumatera Barat, di Padang pada Minggu malam (30/08/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh dan pegiat kebudayaan serta mengangkat semangat membaca kembali perjalanan kebangsaan Minangkabau dan pemikiran Bung Hatta.
Menurut Alex, Bung Hatta tidak hanya penting dikenang sebagai Proklamator, tetapi juga sebagai sosok yang memberikan keteladanan tentang demokrasi, intelektualitas, kesederhanaan dan komitmen terhadap kehidupan berbangsa.
“Bung Hatta mengajarkan kepada kita bahwa perbedaan gagasan adalah sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Yang tidak boleh berbeda adalah komitmen kita untuk menjaga persatuan dan Indonesia,” ujar Alex.
Ia menegaskan, perbedaan pilihan politik seharusnya tidak menjadi alasan untuk memutus hubungan persaudaraan di tengah masyarakat.
“Berbeda pilihan politik itu biasa. Berbeda pandangan juga biasa. Tetapi berbeda itu tidak boleh memutus silaturahmi. Setelah kontestasi selesai, kita tetap bersaudara dan bersama-sama membangun bangsa ini,” katanya.
Alex mengatakan, pesan tersebut sangat relevan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus dirawat, bukan dipertentangkan.
Menurutnya, penguatan empat pilar kebangsaan juga harus dilakukan dengan cara yang dekat dengan kehidupan masyarakat, terutama generasi muda. Pancasila tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap saling menghormati, gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.
“Empat Pilar Kebangsaan jangan hanya menjadi materi yang disampaikan dalam forum-forum resmi. Ia harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, dalam cara kita berbeda pendapat, dalam cara kita menghormati orang lain, dan dalam cara kita menjaga persatuan,” ujar wakil ketua Komisi IV DPR RI itu.

Foto : Halida Hatta, putri Muhammat Hatta
Dalam kesempatan tersebut, putri Bung Hatta, Halida Hatta, juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali semangat merdeka berpikir. Menurutnya, semangat tersebut semakin penting di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital.
Bagi Alex, pemikiran Bung Hatta dan perjalanan sejarah bangsa merupakan warisan yang harus terus dibaca dan dipelajari, bukan sekadar dikenang.
“Kalau kita ingin Indonesia tetap kuat, kita harus mengenal sejarah dan memahami mengapa para pendiri bangsa memilih persatuan. Dari sanalah kita belajar bahwa Indonesia dibangun bukan karena kita sama, tetapi karena kita mampu hidup bersama dalam perbedaan,” katanya.
Kegiatan Bulan Bung Hatta tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengingatkan kembali bahwa menjaga Indonesia merupakan tanggung jawab seluruh warga negara.
Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai rumah bersama, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat persatuan harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.(art)

