DAIFIT 2026, Beli Mobil Daihatsu Berhadiah Umroh

DAIFIT 2026, Beli Mobil Daihatsu Berhadiah Umroh

TOPIKINI, PADANG – Astra Daihatsu kembali menghadirkan program DAIFIT (Daihatsu Idul Fitri) tahun 2026. Berbeda dengan sebelumnya, DAIFIT yang ke empat ini, Daihatsu menyiapkan 9 paket umroh bagi pelanggan yang beruntung.

“Bedanya dengan DAIFIT tahun lalu, kali ini hadiahnya umroh. Tapi hadiahnya juga bisa disetarakan, karena kondisi tertentu atau pemenang tidak umroh, hadiah bisa disetarakan,” ucap Emma Sabarina Ginting, Kepala Cabang Astra Daihatsu Padang kepada wartawan Jumat petang (6/3/2026) di Padang.

Setiap pelanggan yang membeli mobil Daihatsu sejak tanggal 1 Februari sampai 30 April 2026, berkesempatan memenangkan hadiah umroh ini.

“Jangan khawatir, kesempatan menangnya besar, karna undian dibagi perwilayah, jadi kita tidak bersaing dengan daerah lain,” lanjut Emma.

Selain DAIFIT, menghadapi musim mudik lebaran tahun ini, Daihatsu juga memberikan berbagai kemudahan pembelian mobil serta layanan service. Seperti proses kredit yang mudah, jaringan outlet yang tersebar luas, hingga kemudahan perawatan kendaraan.

Bagi pelanggan yang berencana mudik, ada program THR (Tebar Hemat Ramadan), layanan service mobil dengan harga hemat sejak 1 sampai 14 Maret 2026, atau persiapan menjelang mudik lebaran.

Selama musim mudik dari tanggal 17 sampai 24 Maret 2026, Astra juga mensiagakan sejumlah posko di jalur-jalur mudik di Jawa dan Sumatera dengan program Astra Siaga. 

Astra Daihatsu meluncurkan serangkaian program layanan untuk pelanggan setia, sebagai salah satu upaya mendongkrak penjualan mobil yang merosot tajam pada tahun 2025 lalu.

Meski Daihatsu masih diperhitungkan diantara deretan merek mobil di tanah air dan meraih peringkat kedua dengan jumlah penjualan terbanyak setelah Toyota, namun angkanya jauh merosot dari tahun-tahun sebelumnya.

Daihatsu cabang Padang mencatat, khusus wilayah Sumatera Barat penjualan mobil Daihatsu selama tahun 2025 sebanyak 641 unit. Angka tersebut turun sebesar 38% dibanding tahun 2024 sebesar 911%.

Kondisi ekonomi yang kurang stabil serta bencana geologi yang melanda daerah ini, diduga sebagai salah satu faktor penyebabnya.(art)