Bank Nagari Link Jadi Urat Nadi Ekonomi: Dari Sopir Angkot ke Raja Transaksi Rp1 Miliar

Bank Nagari Link Jadi Urat Nadi Ekonomi: Dari Sopir Angkot ke Raja Transaksi Rp1 Miliar

TOPIKINI, PARIAMAN - 30 September 2009 Gempa besar meratakan kampung kecil di Pariaman, Sumatera Barat. Beberapa tahun kemudian, datang Covid-19 melumpuhkan semua lini. Tapi di Nagari Limau Puruik, Kecamatan V Koto Timur, Pariaman satu kedai justru jadi nadi.

Kedai Bank Nagari Link milik Rialdi. Orang memanggilnya Aciak.

Dulu sopir angkot. Kemudian silih berganti usahanya. Dengan modal awal jutaan rupiah, hasil meminjam uang dari Bank Nagari Pariaman.  

“Coba-coba usaha, untuk bertahan hidup,” katanya.

Coba-coba itu kini menggerakkan Rp1.075.792.231 tiap bulan.

14 Kilometer Demi Satu Transaksi

Ibu Kartini, guru SD dan Ibu Syamsimar, Kepala SD di Kampuang Sagik, Kecamatan V Koto Timur , Pariaman setidaknya sekali seminggu, mereka tempuh bersepeda motor dengan jarak 2 km untuk bisa sampai ke kedai Bank Nagari Link milik Rialdi.

Di daerah mereka tak ada ATM. Kantor Bank Nagari perlu belasan kilometer untuk sampai ke pusat Kota Pariaman.

Mereka tidak sendiri. Guru-guru lain, PNS, Pensiunan, dan lain lain sengaja datang dari Nagari Kudu Gantiang, Padang Alai, Padusunan, bahkan Barangan Lurah Ampalu. Jaraknya sekitat 14 km.

Rata-rata dari mereka menarik gaji, mengambil uang pensiun, atau transfer uang untuk anak. Karena dekat Pasar Balai, pedagang dan petani juga pakai jasa Bank Nagari Link ini.

“Kelebihan Bank Nagari Link punya Aciak ini, semua bisa dilakukan. Ambil gaji, kirim uang untuk anak kuliah, buka rekening, setor tunai, tarik tunai, pembelian, pembayaran biller, cek saldo hingga tutup rekening, bisa di sini,” ujar seorang ibu paruh baya.

Agen Bank Nagari Link adalah Laku Pandai Bank Nagari. Layanan perbankan tanpa kantor. Kerja sama dengan agen, didukung teknologi informasi.

Bangkit dari Gempa, Bertahan di Pandemi

Kampung Aciak sempat luluh lantak diguncang gempa 2009. Belasan kilometer dari Kota Pariaman.

Ujian datang lagi. Pandemi Covid-19. Semua lini terdampak.  

Tapi Bank Nagari Link yang ia dirikan berjuang untuk tetap bertahan.

“Ga disangka, saat Covid semua dibatasi, malah transaksi Bank Nagari Link miliknya bisa bertahan,” ujar sarjana ekonomi dari salah satu universitas swasta di Padang itu.

Awalnya satu dua orang. Lalu 75 transaksi per hari. Hingga sebulan mencapai 1.500 sampai 2.000 transaksi.

Ia tak menyangka. Tiga tahun berturut-turut, Bank Nagari Link miliknya jadi yang berprestasi. Transaksi tertinggi se-Kabupaten Pariaman dan se-Sumatera Barat.  

Total transaksi Rp1.075.792.231 sebulan dengan 1.076 transaksi.

Jatuh Bangun Sebelum Jadi Raja Transaksi

Sebelum jadi agen Bank Nagari Link, berbagai usaha sudah ia lakukan. Tanpa putus asa. Untuk membesarkan anak-anaknya.

Gempa besar meluluhlantakkan kampungnya. Pandemi Covid-19 datang. Ia sudah jatuh bangun.  

Rialdi berkisah ia pernah merantau bekerja di Jepang, jadi sopir angkot, buka counter pulsa, wartel, warnet, fotokopi hingga jualan ayam goreng.

“Kuncinya, hidup itu belajar terus,terus beradaptasi, dan ikuti perubahan zaman,” ujar Rialdi.

Jadi agen Bank Nagari Link bukan tanpa tantangan. Saingan dari bank lain banyak.  

Tapi service kepada pelanggan jadi salah satu strateginya, agar kembali balik di kedainya. Ia juga selalu dibimbing Bank Nagari Pariaman jika ada kendala di lapangan.

Perjuangannya berbuah manis. Tiga kali berturut-turut jadi agen Bank Nagari Link berprestasi. Transaksi terbanyak di Pariaman dan Sumbar.

Urat Nadi Ekonomi Rakyat

Endang Kurnia Saputra, S.E., M.B.A., ekonom BI dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat 2023–2024, memberi penilaian.  

“Luar biasa, dihantam gempa 2009, kemudian diterpa pandemi, tapi tetap berdiri. Seorang Rialdi membuktikan Bank Nagari Link bukan sekadar layanan perbankan, tapi urat nadi ekonomi rakyat. Ini wajah asli ketahanan ekonomi daerah yang diwujudkan oleh dukungan Bank Nagari.”ujar banker senior yang sudah 30 tahun.

(Foto : Endang Kurnia Saputra, S.E., M.B.A., ekonom BI dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat 2023–2024)

Pemimpin Bank Nagari Cabang Pariaman, Budi R Setiawan mengatakan Bank Nagari sebagai bank kebanggaan masyarakat Sumatera Barat membuat program Bank Nagari Link.

Hadir untuk meningkatkan inklusi keuangan dengan memperluas akses layanan perbankan hingga ke nagari, desa, dan wilayah yang jauh dari kantor bank.

Melalui Agen Bank Nagari Link, masyarakat dapat tarik tunai, setor tunai, transfer, dan bayar tagihan tanpa harus ke kantor bank.

Program ini memberi peluang usaha. Agen dapat tambahan pendapatan dari setiap transaksi nasabah.

“Saat ini jumlah agen Bank Nagari Link di Cabang Pariaman berjumlah 130 agen. Ini akan terus kami tingkatkan, sehingga memberi manfaat bagi masyarakat Kota Pariaman,” ujar Budi.

Cabang Pariaman membuat program Racing untuk agen. Transaksi paling banyak dapat reward. Ada juga Gathering agar hubungan jadi seperti keluarga antara agen Bank Nagari Link dan Cabang Pariaman.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, S.KM, M.KM mengatakan Bank nagari link adalah upaya meningkatkan transaksi keuangan melalui bank  dengan memanfaatkan agen laku pandai.

Sehingga bisa menjangkau masyarakat yang berada di pelosok. Masyarakat jadi lebih mudah akses transaksi, efisien, dan layanan yang lengkap.

"Menjadi agen laku pandai, atau agen Bank Nagari Link bisa menjadi sumber penghasilan, bisa jadi lapangan usaha", ujar nya.

(Penulis bersama sekda provinsi Sumatera Barat)

Data Bicara

Data terakhir tahun 2024, Bank Nagari memiliki 3.329 agen Bank Nagari Link di Sumbar. Total 330.550 transaksi dengan nilai Rp538.199.092.468.

Hari ini, Rp1 miliar itu tak lagi diam di kota. Ia pulang ke nagari. Ia jadi uang kuliah yang tepat waktu. Ia hidup di tangan seorang ayah yang mengubah setir angkot jadi mesin EDC. Ia menghadirkan senyum para guru dan membuat tenang pensiunan.  

Di mesin kecil Bank Nagari Link, bukan sekedar transaksi. Tapi lapangan usaha yang lahir dari puing puing, yang membantu banyak kepala. Inilah ekonomi nagari: sederhana, tapi tak pernah menyerah.

Bank Nagari Link tak mengubah dunia, hanya memastikan dunia kecil di Limau Puruik tetap berjalan. Dan kadang, itu sudah lebih dari cukup. Di sini, ekonomi tidak bicara angka. Ia bicara tentang orang yang akhirnya bisa hidup dari kampungnya sendiri.(Penulis: Zulia Yandani/lia)