Ratusan Warga Watu Kumpul Antusias Ikuti Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Bersama Anggota MPR RI Dede Indra Permana

Ratusan Warga Watu Kumpul Antusias Ikuti Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Bersama Anggota MPR RI Dede Indra Permana

TOPIKINI, PEMALANG — Aula di Kecamatan Watu Kumpul, Kabupaten Pemalang, mendadak ramai dan penuh semangat, Senin (16/3/2026).

Ratusan warga dari berbagai elemen masyarakat memadati tempat tersebut untuk mengikuti kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar oleh anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Dede Indra Permana Soediro, dari Fraksi PDI Perjuangan.

Semangat kebersamaan langsung terasa begitu memasuki lokasi acara. 

Hampir seluruh peserta kompak mengenakan baju merah — warna yang identik dengan semangat kerakyatan — memenuhi kursi-kursi putih yang telah disiapkan panitia. 

Tidak ada yang terlambat, tidak ada yang buru-buru pulang. Warga Watu Kumpul benar-benar hadir dengan sepenuh hati.

Dalam kegiatan ini, Dede Indra Permana Soediro memaparkan materi Empat Pilar Kebangsaan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, yakni:

Pancasila — sebagai dasar dan ideologi negara

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 — sebagai konstitusi negara

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) — sebagai bentuk negara yang harus dijaga bersama

Bhinneka Tunggal Ika — sebagai semboyan persatuan di tengah keberagaman

Pesan yang dibawa bukan sekadar ceramah atau hafalan teori. Dede menekankan bahwa keempat pilar ini adalah pegangan hidup yang harus benar-benar dirasakan dan diamalkan dalam keseharian masyarakat — di lingkungan keluarga, di tempat kerja, hingga di kehidupan bermasyarakat.

"Empat Pilar ini bukan milik pejabat atau orang Jakarta saja. Ini milik kita semua, milik warga Watu Kumpul, milik seluruh rakyat Indonesia," demikian pesan yang disampaikan dalam semangat kegiatan tersebut.

Yang membuat kegiatan ini terasa berbeda dari sosialisasi kebanyakan adalah suasananya yang hangat dan dua arah.

Warga tidak hanya duduk mendengarkan, tetapi aktif bertanya dan berdiskusi. Berbagai pertanyaan muncul — mulai dari bagaimana nilai Pancasila diterapkan dalam kehidupan nyata, hingga peran masyarakat dalam menjaga persatuan di era media sosial yang penuh dengan hoaks dan perpecahan.

Salah satu peserta bahkan menyampaikan keprihatinannya soal memudarnya rasa gotong royong di lingkungan mereka — dan hal itu disambut dengan pembahasan yang mendalam tentang bagaimana nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika bisa menjadi perekat sosial yang nyata.

Kehadiran Dede Indra Permana Soediro langsung di tengah masyarakat Watu Kumpul menjadi sinyal yang jelas: tugas seorang anggota MPR RI bukan hanya bersidang di Senayan, tetapi juga hadir menyapa dan mendidik konstituen di daerah pemilihannya.

Kecamatan Watu Kumpul yang berada di wilayah perbukitan Kabupaten Pemalang dipilih bukan tanpa alasan. Menjangkau masyarakat di daerah yang lebih terpencil justru menjadi prioritas, agar nilai-nilai kebangsaan benar-benar merata — tidak hanya terasa di kota besar, tetapi juga di pelosok negeri.

Di akhir kegiatan, pesan yang paling dalam dan paling diingat peserta adalah soal tanggung jawab kolektif. 

Menjaga bangsa bukan hanya tugas tentara atau pemerintah. Menjaga bangsa dimulai dari setiap warga negara yang paham, cinta, dan bangga dengan identitas kebangsaannya sendiri.

Kegiatan sosialisasi ini pun ditutup dengan penuh kehangatan — senyum, jabat tangan, dan tekad bersama untuk terus menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tetap hidup dalam sanubari setiap anak bangsa.

Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini merupakan program rutin MPR RI yang dilaksanakan di seluruh penjuru Indonesia, sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar berbangsa dan bernegara.(rls)