Edukasi Mitigasi Bencana Berbasis Sekolah bagi Siswa SMKN 5 Padang, Upaya Membangun Budaya Siaga Bencana
TOPIKINI, PADANG - Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Padang menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMKN 5 Padang, Jalan Beringin No. 04, Lolong Belanti, Kecamatan Padang Utara. Kegiatan yang berlangsung Rabu (17/6/2026) ini, dimulai pukul 09.00 WIB dengan mengusung tema “Edukasi Mitigasi Bencana Berbasis Sekolah bagi Siswa SMKN sebagai Upaya Membangun Budaya Siaga Bencana.”
Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi potensi bencana, khususnya di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Tim pelaksana kegiatan dipimpin oleh Vero Gusri Vernando, M.T., dengan anggota Afdaluz Zaki, M.T., Hasbi Rianda, S.T., M.T., Ir. Hendra Alexander, S.T., M.T., dan Verryn Aisha Uzhelia, M.T. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, yaitu Indah Permatasari, sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan edukasi dan pendampingan kepada siswa.
Materi kegiatan disampaikan oleh Vero dan Hasbi, yang memberikan penjelasan mengenai pentingnya mitigasi bencana serta upaya membangun budaya siaga bencana di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi edukatif, diskusi interaktif, dan simulasi sederhana terkait langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi bencana. Materi yang diberikan mencakup pemahaman tentang tanda-tanda bahaya, jalur evakuasi, titik kumpul, serta perilaku aman sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.
Pendekatan berbasis sekolah dipilih karena lingkungan sekolah merupakan ruang belajar yang efektif untuk membentuk kebiasaan, kedisiplinan, dan respons cepat dalam situasi darurat. Dengan keterlibatan aktif siswa, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan sekaligus membentuk sikap tanggap terhadap ancaman bencana.
Kepala SMKN 5 Padang, Rizka Fauzi Yosfi, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi mitigasi bencana berbasis sekolah menjadi bekal penting bagi siswa untuk menghadapi dunia kerja dan membangun sikap profesional sejak dini.
“Pemahaman tentang keselamatan dan kesiapsiagaan bencana sangat relevan bagi siswa SMK, terutama karena mereka akan memasuki dunia kerja yang menuntut kepedulian terhadap keselamatan diri, lingkungan, dan orang lain,” ucap Kepsek.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, simulasi sederhana, serta sesi tanya jawab untuk memperdalam pemahaman siswa. Para peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan karena materi yang diberikan berkaitan langsung dengan keselamatan dan kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak hanya memahami konsep mitigasi bencana, tetapi juga mampu menerapkannya di sekolah, rumah, maupun lingkungan masyarakat.
(Foto Bersama Penyelenggara dan Peserta)
Ke depan, pihak SMKN 5 Padang dan Politeknik Negeri Padang berkomitmen untuk melanjutkan kolaborasi serupa sebagai upaya peningkatan kompetensi, keselamatan, dan kesiapsiagaan siswa.
“Kami berharap kerja sama ini berkelanjutan demi peningkatan kompetensi dan keselamatan siswa,” ujar Rizka Fauzi Yosfi. (rel)

