Harlah ke-73, KPU Kota Padang Santuni Puluhan Anak Yatim dengan cara "Badoncek"

Harlah ke-73, KPU Kota Padang Santuni Puluhan Anak Yatim dengan cara "Badoncek"
Foto: Jajaran KPU kota Padang berfoto bersama anak yatim

TOPIKINI, PADANG – Memperingati hari lahir (Harlah) ke-73 Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 7 November 2026, KPU Kota Padang menggelar kegiatan sosial dengan memberikan santunan kepada puluhan anak yatim di sekitar lingkungan kantornya, kawasan Lapau Banjuang, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Peringatan ini menjadi momentum bagi jajaran KPU Kota Padang untuk mempererat kepedulian sosial sekaligus berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar.

Secara historis, cikal bakal KPU bermula dari pembentukan Panitia Pemilihan Indonesia (PPI) pada 7 November 1953, di masa pemerintahan Presiden Soekarno. Lembaga tersebut dibentuk untuk mempersiapkan penyelenggaraan Pemilu 1955, yang menjadi pemilihan umum pertama dalam sejarah Indonesia.

Kegiatan santunan anak yatim ini dihadiri sejumlah anggota KPU Kota Padang, para pejabat struktural, serta seluruh staf di lingkungan Sekretariat KPU Kota Padang.

Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Padang, Jefri Hariyanto, mengatakan bahwa kegiatan berbagi dengan anak yatim telah menjadi tradisi yang terus dijaga oleh jajaran KPU Kota Padang, terutama dalam memperingati momentum penting kelembagaan.

"Ini sudah menjadi kebiasaan kita setiap memperingati hari-hari penting seperti hari lahir KPU yang ke-73 tahun ini. Begitu juga pada setiap tahapan pemilu, kita selalu berupaya berbagi dengan anak yatim, terutama yang berada di lingkungan Lapau Banjuang ini," ujar Jefri.

Menurutnya, kegiatan santunan tersebut bukan hanya dilaksanakan oleh KPU Kota Padang, tetapi juga menjadi bagian dari kegiatan sosial yang digelar secara serentak oleh jajaran KPU di berbagai daerah di Indonesia.

"Kegiatan ini juga berlangsung serentak di seluruh Indonesia," tambahnya.

Suasana kebersamaan semakin terasa ketika Sekretaris KPU Kota Padang, Agustian Piliang, memimpin doa bersama yang diikuti seluruh peserta kegiatan.

Dalam doanya, Agustian menyampaikan harapan agar KPU senantiasa mampu menjaga kepercayaan masyarakat dan menjalankan tanggung jawab sebagai penyelenggara pemilu yang berintegritas.

"Semoga KPU semakin mampu menjadi lembaga penyelenggara pemilu yang dipercaya, serta membawa negara kita semakin demokratis dan bermartabat," ucap Agustian.

Puluhan anak yatim yang menerima santunan berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari balita hingga pelajar tingkat sekolah menengah atas (SMA).

Menariknya, seluruh biaya kegiatan sosial tersebut tidak bersumber dari anggaran negara. Santunan yang diberikan merupakan hasil sumbangan sukarela dari para anggota KPU, pejabat, dan staf Sekretariat KPU Kota Padang, atau yang lazim disebut "badoncek" oleh orang Sumatera Barat.

Melalui kegiatan ini, peringatan Harlah ke-73 KPU tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah lembaga penyelenggara pemilu, tetapi juga wujud nyata kepedulian dan kebersamaan keluarga besar KPU Kota Padang dengan masyarakat di lingkungan sekitarnya.(art)