Blackout Se-Sumatera, PLN Ungkap Penyebab Listrik Sumbar Padam
TOPIKINI, PADANG – Pasokan listrik di Sumatera Barat mulai pulih bertahap setelah mengalami padam total se-Sumatera. Per Jumat malam pukul 22.50 WIB, sekitar 25% wilayah Sumbar sudah menyala kembali dengan sumber dari PLTA dan PLTMH.
Sementara itu, pembangkit PLTU dan PLTP masih dalam tahap penormalan operasi.
“Saya standby di kantor. Diperkirakan sekitar pukul 04.00 WIB, listrik akan menyala seperti biasa,” ujar GM PLN UID Sumbar, Ajrun Karim, melalui sambungan telepon.
Mengapa Listrik Baru Normal Sabtu Pukul 04.00 WIB?
Ajrun menjelaskan, pembangkit PLTU memerlukan proses cold start setelah padam total. Proses ini membutuhkan waktu untuk energize hingga sinkronisasi ke sistem.
“Kami menunggu pasokan dari pembangkit PLTU. Operasi cold start membutuhkan waktu sekitar 8 jam sejak padam untuk proses energize hingga sinkronisasi,” jelasnya.
Gangguan SUTET 275 kV Linggau–Lahat Jadi Pemicu.
Pemadaman massal ini dipicu gangguan pada jaringan transmisi SUTET 275 kV Linggau–Lahat.
Jalur tersebut merupakan tulang punggung sistem kelistrikan Sumatera. Ketika jalur itu terganggu, terjadi efek domino yang menyebabkan sistem kelistrikan se-Sumatera mengalami blackout.
Saat ini PLN memfokuskan upaya pada penormalan pembangkit PLTU dan PLTP agar pasokan listrik kembali stabil bagi seluruh pelanggan di Sumatera Barat.(lia)

