Banjir Bandang Terjang Kompleks Perkantoran Pemkab Solok, Ratusan Rumah Terdampak
Material longsor dari hulu Sungai Batang Laso menerjang Kantor Bupati Solok dan sekitarnya pada Senin malam, menyebabkan empat orang terluka dan sekitar seratus rumah warga terdampak.
TOPIKINI, KAB. SOLOK – Banjir bandang atau galodo melanda kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, pada Senin, 21 September 2026, sekitar pukul 19.45 WIB.
Bencana ini dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Solok sejak sore, menyebabkan longsor di bukit di belakang Kantor Bupati serta meluapnya aliran Sungai Batang Laso.
Material longsor berupa pasir bercampur batu, lumpur, dan air menerjang area Kantor Bupati Solok dan sekitarnya. Material lain juga meluap dari aliran sungai hingga masuk ke badan Jalan Raya Solok–Padang di sekitar kantor bupati.
Akibat kejadian ini, sejumlah perkantoran pemerintah tertimbun material dengan ketebalan bervariasi, mulai dari 20 hingga 60 sentimeter.
Kantor Dinas PUPR dan Kantor Dinas DPMN tercatat mengalami rusak berat setelah tertimbun material setinggi 30 sentimeter dan 20 sentimeter.
Sejumlah kantor lain dilaporkan rusak ringan, antara lain Kantor DPRD, Bapenda, Bapelitbang, Inspektorat Daerah, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, dan BKPSDM.
Material juga merendam kantor-kantor tersebut dengan kedalaman 20 hingga 60 sentimeter.
Banjir bandang ini menyebabkan empat orang mengalami luka. Tiga korban dengan luka ringan adalah Muslihat (54) asal Kediri yang menjalani rawat jalan di RSUD Arosuka, Anggiat Sirait (66) dari Nagari Koto Gaek Guguk yang masih dalam observasi pasca trauma, serta Yurnalis (45), ASN PPPK paruh waktu di Bapenda Solok, yang mengalami nyeri pada tangan dan kaki kiri akibat dihantam galodo.
Satu korban luka berat bernama Muhammad Nur Zen (56), ASN PPPK paruh waktu di Bagian Umum Setda Kabupaten Solok yang beralamat di Perumahan Clemira River View, Jorong Kayu Aro.
Korban mengalami fraktur alat gerak bawah disertai perdarahan dan telah dirujuk ke Semen Padang Hospital (SPH) di Kota Padang.
Dua orang tercatat sebagai saksi kejadian, yakni Harpan (30), pegawai Dinas Kominfo Solok, dan Yunas Bes Wito (60), seorang wiraswasta, keduanya warga Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus.
Selain kerusakan perkantoran, tujuh unit kendaraan dilaporkan terdampak, terdiri dari satu mobil dinas Pertanian jenis Isuzu Panther, satu mobil dinas Pertanian jenis L-300 pickup, satu mobil dinas Kesehatan jenis Kijang Kapsul, satu mobil dinas Kesehatan mini bus Toyota, serta tiga mobil masyarakat, yaitu Avanza putih, Avanza silver, dan Kijang Super orange. Jumlah sepeda motor yang terdampak hingga saat ini belum dapat didata.
Kerusakan juga melanda perumahan warga. Data sementara menunjukkan sekitar 100 unit rumah diperkirakan terdampak material banjir, namun pendataan lengkap masih dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok.
Kondisi lahan pertanian juga hingga kini belum terdata. Satu unit jembatan penghubung di jalan utama Arosuka tertimbun material dan belum bisa dilalui, sementara Masjid Kayu Aro juga tertimbun longsor.
Sekitar 50 orang dilaporkan mengungsi akibat bencana ini. Mereka tersebar di tiga titik, yaitu Mapolres Solok, rumah dinas Wakil Bupati Solok, dan Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Solok.
Penanganan pertama bencana dipimpin langsung oleh Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, SS, S.I.K. Personel yang dikerahkan berasal dari Direktorat Samapta Polda Sumatera Barat, Satuan Brimob Polda Sumbar, BPBD Provinsi Sumbar, Polres Solok, Polsek Gunung Talang, Kodim 0309 Solok, serta BPBD Kabupaten dan Kota Solok. Sebanyak tiga unit alat berat, terdiri dari satu ekskavator, satu wheel loader, dan satu beko dozer, dikerahkan ke lokasi untuk membantu pembersihan material.(rls)

