Suma Risman Serahkan Bantuan PDI Perjuangan Sumbar untuk Korban Banjir

77
Suma Risman (paling kiri) menyerahkan bantuan kepada warga korban banjir

TOPIKINI, DHARMASRAYA – Bentuk kepedulian kepada warga yang terkena dampak banjir di kecamatan Timpeh kabupaten Dharmasraya, PDI Perjuangan Sumatera Barat memberikan bantuan kepada para korban.

Bantuan berupa bahan kebutuhan pokok serta makanan tambahan bagi balita itu, diserahkan oleh wakil sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Sumbar Suma Risman, bersama ketua DPRD Dharmasraya Pariyanto,SH serta kader PDI Perjuangan Dharmasraya lainnya, Sabtu (18/03/2023).

“Kami bersama Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan Sumbar, membagikan bantuan bahan kebutuhan pokok seperti beras, mi instan, sarden dan juga makanan tambahan bagi balita di tiga nagari yang parah terkena dampak banjir, nagari Ranah Palabi, nagari Tabek dan Taratak Tinggi, agar bisa sedikit meringankan beban saudara kita yang terkena musibah,” kata Suma Risman kepada media ini.

Bantuan yang dikemas dalam kantong bergambar ketua DPR RI Puan Maharani dan Albert Hendra Lukman itu, diantarkan langsung oleh Suma Risman bersama kadernya ke rumah-rumah warga, agar bisa langsung digunakan dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka.

“Kita tahu sejak dilanda banjir, warga banyak yang kehilangan bahan pangan atau rusak direndam banjir, sehingga mereka sangat membutuhkan bahan pokok untuk mengisi perut. Dan bagi anak-anak balita kami juga berikan makanan tambahan untuk penunjang gizi mereka agar tidak mudah sakit pasca banjir ini,” lanjutnya.

Bantuan yang disalurkan BAGUNA, merupakan sumbangsih dari kader-kader PDI Perjuangan Sumbar, serta sejumlah bakal caleg dari partai Moncong Putih ini.

“Kami sampaikan terimakasih bapak Albert Hendra Lukman, anggota DPRD Sumbar dari PDI Perjuangan, Haji Meris, Ashelfin (Pepen) juga bapak Elfi yang sudah ikut bersama-sama memberikan sumbangsihnya meringankan beban warga kita yang terkena musibah banjir,” langkap Suma.

Sejak sepekan lalu, kecamatan Timpeh direndam banjir yang cukup besar hingga beberapa hari kemudian. Banjir tersebut disebut banjir terparah sejak lima tahun terakhir, karena dampaknya merendam empat nagari di kecamatan itu.

Meski tak ada korban jiwa, namun banjir membuat warga tak bisa beraktifitas dengan normal, untuk bekerja mencari nafkah, sehingga perekonomian mereka terganggu.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami, karena beberapa hari terkena banjir, kami kesulitan mendapatkan bahan makanan,” ucap Tono, salah seorang warga korban banjir.

Banjir yang terjadi di Timpeh, karena tingginya curah hujan yang terjadi di daerah itu, serta luapan air sungai yang mengalir hingga ke permukiman warga. Kejadian ini biasanya terjadi satu kali dalam lima tahun, dan ini merupakan yang terparah, menurut warga.(art)