500 Rumah Tidak Layak Huni di Padang Dapat Bantuan Rehab Rumah dari Puan Maharani

321
Albert (baju safari) menyerahkan buku tabungan kepada Penerima Bantuan bedah Rumah

TOPIKINI, PADANG – Satu persatu barang-barang peralatan rumah tangga, dipindahkan Eva Oktalia ke rumah barunya. Warga kelurahan Bungus Selatan kecamatan Bungus Teluk Kabung kota Padang ini, sebentar lagi akan menempati rumahnya setelah selesai direnovasi. Eva salah satu dari 500 keluarga di Padang, yang mendapatkan bantuan Stimulus Perumahan Swadaya dari Kemenetrian PUPR.

Sebelumnya, rumah Eva hanya gubuk dan tak layak dihuni. Jika hujan atapnya bocor dan lantainya tergenang air. Suaminya hanya seorang pekerja di rumah makan, dengan penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan harian sekeluarga. Sehingga ia tak mampu membiayai perbaikan rumahnya sendiri.

“Sebelum mendapat bantuan ini, kami tinggal di rumah gubuk, kalau hujan bocor dan lantainya tergenang air, sekarang Alhamdulillah rumah kami sudah hampir selesai diperbaiki. Terimakasih bu Puan Maharani, terima kasih pak Albert Hendra Lukman sudah membantu kami,” ucap Eva Oktalia kepada Topikini, Sabtu (29/10/2022)

Selain Eva, Rosnidar juga bernasib mujur. Rumahnya yang sudah tua dan lapuk, juga diperbaiki melalui program bedah rumah tersebut. Saat ini, rumahnya baru sekitar 50 persen dibangun. Dengan dana Rp 20 juta, rumah Rosnidar setidaknya tidak akan lapuk dan bocor lagi.

“Rumah saya ini sudah tua dan lapuk, bersyukur kami dapat bantuan dari pak Albert dan bu Puan, Alhamdulillah,” kata Rosnidar.

Eva di rumah barunya

Kamis (27/10/2022) lalu, sebanyak 500 orang penerima bantuan bedah rumah di Padang, berkumpul untuk menandatangani pembukaan buku tanbungan. Ini salah satu proses pencairan dana sebesar Rp 17.500.000 untuk bahan bangunan, dan Rp 2.500.000 untuk upah tukang. Sedangkan proses pembangunan sudah dilakukan sejak awal Oktober lalu.

“Rumah tidak layak huni itu soal keselamatan bangunan, keselamatan penghuni, kecukupan ruang, pencahayaan, sirkulasi udara, jika dalam verifikasi ditemukan rumah seperti itu, maka layak untuk dibantu,” terang Mardianto, Pejabat Pembuat Komitmen Penyedia Perumahan Kemen PUPR wilayah Sumbar.

Bantuan bedah rumah ini, merupakan usulan PDI Perjuangan Sumatera Barat melalui program kemitraan ketua DPR RI ibu Puan Maharani dengan Kementerian Pupr tahun 2022.

500 penerima bantuan bedah rumah

“Bantuan ini merupakan program ibu Puan Maharani sebagai ketua DPR RI, seperti yang kita ketahui yang namanya anggota legislative itu mempunyai kewenangan untuk mengarahkan program-program pemerintahan, dan untuk Sumatera Barat bu Puan mengarahkan sebanyak 500 unit di kota Padang,” ucap Albert Hendra Lukman, ketua PDI Perjuangan kota Padang.

Kriteria penerima bantuan bedah rumah ini yaitu masyarakat berpenghasilan rendah, memiliki satu-satunya rumah, dan belum pernah menerima bantuan sejenis selama sepuluh tahun belakangan.(art)