Dari Radikal ke Moderat: Densus 88 Bina Eks JI di Sumbar

Dari Radikal ke Moderat: Densus 88 Bina Eks JI di Sumbar

TOPIKINI, BUKITTINGGI – Jalan hijrah menuju Islam yang damai terus dibuka. Densus 88 AT Polri melalui Satgaswil Sumatera Barat bersama Rumah Wasatiyah menggelar pembinaan ideologi bagi eks anggota Jamaah Islamiyah (JI) se-Sumatera Barat, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan bertema “Jalan Menuju Wasatiyah: Membangun Kesadaran Baru, Ideologi Sehat dan Moderat” itu digelar di Bukittinggi dan dibuka langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sumbar.

Yang menarik, pembinaan ini menghadirkan langsung mantan Amir Jamaah Islamiyah, Ustaz Para Wijayanto. Kehadirannya menjadi jembatan dialog untuk mengajak para eks JI merefleksikan kembali pemahaman ideologi lama dan beralih ke paham yang moderat.

Kasatgaswil Sumbar Densus 88 AT Polri menegaskan, pendekatan yang digunakan bukan represif, melainkan humanis dan dialogis.

"Wasatiyah adalah jalan tengah. Islam yang seimbang, adil, toleran, dan menolak segala bentuk kekerasan atas nama agama. Perubahan ini tidak hanya di pikiran, tapi harus tercermin dalam sikap sehari-hari," ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri lintas stakeholder – mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat. Sinergi ini dinilai penting untuk menciptakan lingkungan sosial yang kondusif bagi proses reintegrasi eks JI di tengah masyarakat.

Melalui Rumah Wasatiyah, pembinaan dilakukan secara berkelanjutan dengan penguatan tiga pilar: penguatan pemahaman keagamaan yang moderat, penguatan wawasan kebangsaan, dan penguatan nilai kemanusiaan.

Kaban Kesbangpol Sumbar menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, pencegahan paham radikal tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum, tapi harus dibangun ketahanan masyarakat melalui pendidikan dan moderasi beragama.

"Kita ingin mereka yang dulu pernah terpapar, kini bisa kembali sepenuhnya menjadi bagian dari masyarakat, hidup damai, produktif, dan berpegang teguh pada NKRI," katanya.

Densus 88 berharap, forum ini menjadi komitmen bersama untuk meninggalkan pembenaran terhadap kekerasan dan meneguhkan perdamaian serta persatuan sebagai fondasi kehidupan berbangsa.(rls)