Wujudkan Generasi Emas, BKKBN Gandeng BNN Edukasi Remaja kota Padang

TOPIKINI, PADANG – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN), untuk mengedukasi dan mensosialisasikan tentang persoalan remaja. Acara yang bertajuk sosialisasi pendataan keluarga dan kelompok sasaran bangga kencana ini digelar hari Minggu (28/11/2021), di halaman kantor BKKBN Sumbar, di jalan Khatib Sulaiman kota Padang.

Dari data yang dicatat BNN, sebanyak 63.900 atau sekitar 1,1% orang Sumatera Barat, sudah terpapar dan bermasalah dengan narkoba, baik sebagai pengguna, ataupun pengedar. Remaja adalah salah satu kelompok usia yang paling banyak terpapar.

Kedua instansi pemerintahan ini sengaja menjadikan remaja sebagai objek sosialisasi, lantaran remaja adalah generasi penerus bangsa Indonesia kedepan. BNN menginginkan remaja terbebas dari narkoba, sehingga generasi ini tidak rusak dan mampu berkarya dan bersaing dengan dunia luar.

“Para pengedar sudah masuk ke lintas lini pendidikan, social ekonomi, karena saat ini tidak ada satu kampungpun yang bebas dari penyalahgunaan narkoba. Rata-rata minimal ada, makanya sekarang kita buat program desa Bersinar atau nagari Bersinar. Kita bersama-sama pemerintah daerah mewujudkan desa atau kampong bersih dari narkotika,” kata Josra Maidi, Koordinator Bidang Rehabilitasi dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Sumbar.

Sementara bkkbn juga berharap, sebagai penerus estafet, remaja juga bisa melahirkan generasi selanjutnya yang berkualitas, dan terhindar dari stunting.

“Kita tengah menyiapkan remaja kita menjadi remaja yang berkualitas, jadi remaja itu dikasih informasi, mendengar aspirasi dari remaja, jadi jelas yang akan kita lakukan kedepannya sesuai dengan selera remaja, membantu mereka mewujudkan bonus demografi dan menjadikan Indonesia emas di tahun 2045,” kata Desra, Koordinator Bidang KSPK BKKBN Sumbar.

Persoalan narkoba dan masalah stunting, saat ini menjadi fokus pemerintah untuk mengatasinya. Kedua masalah tersebut, sangat berkaitan erat dengan masa depan bangsa. Sebab, narkoba dan stunting, sama-sama mengancam kualitas generasi penerus bangsa.(art)