Wilayah Solok Memutih Diselimuti Kabut Asap

33

TOPIKINI – Kabut asap mulai selimuti daerah Solok. Walaupun kualitas udara masih dinilai dalam kategori normal, namun jarak padang mulai berkurang dari biasanya. Dari data BMKG, ditemukan 16 titik api di Sumatera Barat.

Keberadaan kabut asap ini tergambar dari hasil penglihatan mata telanjang di wilayah kota dan kabupaten Solok pada Kamis pagi (12/09/2019). Pergunungan yang biasanya bisa terlihat jelas dari kejauhan, saat ini mulai terlihat memutih dan mengabur akibat diselimuti kabut tersebut .

Selain itu, kabut asap yang diduga akibat kebakaran lahan ini, juga membuat jarak pandang mulai memendek. Menurut warga, keberadaan kabut asap ini sudah berlangsung sejak beberapa hari terakhir.

“Ini sudah beberapa hari belakangan kabut seperti ini, mata mulai terasa perih juga kerongkongan terasa serak,” ucap Syafriadi, pengendara sepeda motor.

Menurut petugas dari Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Solok, secara visual kota Solok memang diselimuti kabut yang diduga berasal dari provinsi tetangga. Sebab di wilayah Solok sendiri tidak ditemukan adanya titik api.

“Karena di Solok tidak ada kebakaran lahan, kemungkinan ini asap yang dibawa angina dari daerah lain. Kualitas udara masih tergolong normal, hanya warga dihimbau menggunakan masker jika beraktifitas diluar ruangan, untuk menghindari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Agus Susanto, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD kota Solok.

Dari data situs bmkg.go.id, di Sumatera Barat tercatat 16 titik api di tiga kabupaten yaitu Dharmasraya, kabupaten Pasaman dan Pesisir Selatan. Sedangkan di Sumatera Selatan terdapat 437 titik api, Jambi 430 titik api, Riau 269 titik api, Sumatera Utara 20 titik api dan Bengkulu 9 titik api.(Garnadi)

Loading...