Wasekjen Pemuda Muhammadiyah: Pak Amien Harus Optimis Pemilu Berlangsung Damai dan Bersih

37
Diskusi di Formappi tentang People Power sebagaimana yang disampaikan Amien Rais, Kamis (04/04/2019). Foto: Formappi/dok.

Jakarta – Dalam diskusi di Formappi tentang People Power, Kamis (04/04/2019) Wasekjend PP Pemuda Muhammadiyah, David K Alka menilai pernyataan Amien Rais sebagai wujud rasa frustasi politik.

“Pernyataan ayahanda Amien Rais tentang ancaman people power bernada pesimisme dan seolah mengalami frustasi politik sebagai bapak reformasi” kata David.

Seharusnya, tambah David, Pak Amien memberikan pernyataan yang bernada optimis, bukan mengeluarkan ujaran kecemasan dan ketakutan bagi rakyat pemilih.

“Komentar Pak Amien seperti menekan suara politik rakyat dan tekanan terhadap kebebasan warga untuk memilih. Padahal sekarang kontrol publik terhadap penyelenggara sudah terbuka dan kepercayaan publik kepada KPU cukup tinggi” jelas David.

Menurut David Pak Amin sebagai tokoh Muhammadiyah dan tokoh bangsa mesti rendah hati, arif, bijak, mencerahkan dan berkemajuan.

David menjelaskan bahwa isu people power itu tidak lain sebagai upaya menggerakkan massa. Dalam konteks ini tujuannya jelas, politik dan kekuasaan.

“Harusnya dalam iklim demokrasi gerakan massa yang dibenarkan sebagaimana prinsip vox populi vox dei.
Vox populi vox dei juga bisa berarti rakyat memilih pemimpinnya sendiri dan ketika pilihannya menang maka itu dianggap sebagai kehendak Tuhan” kata David yang juga tokoh Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah ini.

People power ini adalah bentuk lain dari kudeta yang bukan dilakukan oleh militer. People power adalah kudeta yang memanfaatkan kekuatan sipil

Karenanya people power berpotensi merusak iklim demokrasi yang mulai sakit dirundung situasi politik. Secara individual ajakan berkerumun dalam people power mencederai independensi person.

“Upaya gerakan people power ini kan basisnya kecurigaan tanpa dasar
Karena pemilu saja belum dimulai jelas tidak ada (belum ada) kecurangan. Tapi malah sudah bersiap menggerakkan massa. Artinya ia bisa saja tidak percaya pada demokrasi kita hari ini” pungkas David.

Lanjut David, dengan demikian institusi penyelenggara dan pengawas pemilu dilecehkan kredibilitasnya.

“Ajakan people power itu mengesampingkan politik akal sehat yang didengungkan. Sebab people power bisa saja bukan kerumunan manusia berpikir tapi gerakan fisik yang berpotensi konflik” tegasnya. (red)

Editor: Syafrudin Budiman

Loading...