Walikota Sawahlunto Sambangi Warga Puncak Lumindai

69

TOPIKINI – Warga Dusun Batang Lunto Ateh, Desa Lumindai Kecamatan Barangin, boleh dikata tak menduga Walikota Sawahlunto Deri Asta bisa berhasil sampai ke tempat mereka dipuncak tertinggi Lumindai tersebut. Sehingga ketika Minggu, 29 April 2019 menjelang tengah hari, dengan mengendarai sepeda motor terabas (trail) Walikota Deri Asta sampai di dusun yang menjadi hulu sungai Batang Lunto itu, warga di sana begitu terlihat gembira dan antusias.

Sebab, untuk bisa sampai ke Dusun Batang Lunto tersebut memang bukan perjalanan yang mudah. Melewati jalan tanah yang sempit dan licin dengan medan yang cukup sulit dan berbahaya, seringkali jalanan yang baru dibuka dengan alat berat di tahun lalu itu juga dipenuhi oleh pecahan batu yang berukuran cukup besar dan sangat membuat laju sepeda motor menjadi terhambat. Belum lagi di pinggir jalan langsung bersisian dengan jurang – jurang terjal dan dalam.

Kepala Dusun Batang Lunto Ateh, Riri mengatakan bahwa dia dan seluruh warga sangat senang dan bangga akhirnya pimpinan tertinggi di Kota Sawahlunto, yakni Walikota Deri Asta mengunjungi langsung kampung mereka yang memang sangat jarang sekali dikunjungi pejabat maupun tamu lainnya.

“Alhamdulillah, ini sudah lama kami idam – idamkan, agar pimpinan di kota ini dapat melihat langsung bagaimana kondisi kami yang ada di pelosok, diujung nagari ini. Semoga dengan melihat langsung kondisi kami, banyak yang akan diperbuat oleh pak Wali dan pimpinan lainnya nanti. Jika tidak dilihat langsung, mungkin memang kami tidak akan dipedulikan orang, makanya kami bangga pak Wali akhirnya bersedia dan berhasil melewati sulitnya akses jalan tadi untuk melihat dan bertemu langsung dengan kami,” kata Riri.

Walikota mengendarai motor trail agar sampai ke desa Lumindai

Dusun Batang Lunto Ateh tersebut, diceritakan Riri dan para tokoh masyarakat setempat, sebenarnya memiliki kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) yang berpotensi besar untuk dikelola. Untuk lahan saja, dusun dengan penduduk lebih kurang 500 jiwa tersebut memiliki sampai puluhan hektar lahan yang belum dikelola.

“Tanah di sini juga sangat subur, petani di sini tidak perlu memakai pupuk juga hasil tanamannya sudah bagus. Namun hambatan kami saat ini adalah untuk menjadikan hasil pertanian ini memiliki nilai ekonomi maka tentu harus dengan aktifitas jual beli. Nah, untuk membawa hasil tani ini ke luar tentu butuh jalan, transportasi. Itu betul yang sangat sulit bagi kami. Karena akses jalan yang sangat susah itu,” urai Riri.

Menanggapi aspirasi yang disampaikan masyarakat tersebut, Walikota Deri Asta menyatakan bahwa dirinya dan Pemerintah Kota (Pemko) akan menindaklanjuti aspirasi warga itu.

“Kita sudah melihat dan merasakan langsung bagaimana kondisi di sini, juga sudah banyak aspirasi yang bapak – ibu Dusun Batang Lunto Ateh ini sampaikan yang kita dengar. Segera ini kita tindaklanjuti agar secepatnya juga pembangunan bagi dusun ini terlaksana sehingga warga dapat lebih baik ekonomi, lebih baik kesejahteraannya dengan dukungan pembangunan – pembangunan itu”, ujar Deri.

Dikatakan Deri, dirinya sudah melihat sejumlah peluang untuk solusi dari aspirasi – aspirasi masyarakat tersebut.

“Beberapa peluang sebagai solusi mungkin sudah kita lihat. Namun tentu harus dikaji, dimusyawarahkan terlebih dahulu agar benar – benar nanti dilakukan dengan baik dan hasilnya sesuai harapan kita. Yang pasti aspirasi bapak ibu sudah sampai, kita juga sudah lihat langsung, jadi bapak – ibu harap bersabar sebentar, kita proses dulu sesuai tahapan dan prosedur yang berlaku,” urai Deri.

Seusai dialog dengan warga Dusun Batang Lunto Ateh tersebut, Walikota Deri Asta kemudian melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor trail – nya meninjau kondisi terkini akses jalan. Di puncak perbukitan Lumindai tersebut, pemandangan alam memang sangat indah, bahkan di beberapa puncak dapat terlihat hamparan daerah tetangga yakni Kabupaten Solok.

Walikota juga sempat singgah di sebuah lokasi yang sangat berpotensi untuk digarap menjadi destinasi wisata yaitu Batu Losuang Manangih. (Humas)

Loading...