Wagub Sidak Pintu Masuk Perbatasan Sumbar – Bengkulu, Warga Asik Ngumpul di Warung

Wagub ingatkan warga

TOPIKINI – Sejak diberlakukannya pembatasan selektif di pintu masuk jalur darat di daerah perbatasan, jumlah orang yang memasuki wilayah Sumatra Barat mulai menurun.

Namun hal tersebut tidak dibarengi oleh kesadaran masyarakat di daerah itu, untuk tidak berkumpul kumpul dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Hal itu terlihat ketika wakil gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit membubarkan warga yang masih berkumpul kumpul di warung di daerah Lunang Silaut, kabupaten Pesisir Selatan, perbatasan Sumbar – Bengkulu. Ini akibat warga yang tak begitu paham ganasnya penyebaran Covid-19.

Pembubaran warga di warung warung ini dilakukan saat sedang melakukan pemantauan posko gugus tugas penanganan Covid-19 di Sumbar, dalam rangka pembatasan selektif pengendara yang masuk ke Sumatera Barat melalui kabupaten Pesisir Selatan.

Hasil pemantauan, jumlah orang yang memasuki wilayah Sumatra Barat melalui perbatasan darat provinsi ini dengan provinsi Bengkulu mulai menurun.

Sepanjang Kamis (02/03/2020), jumlah kendaraan yang melewati jalur ini sebanyak 428 kendaraan. Jumat menurun menjadi 368 kendaraan.

Ratusan pendatang umumnya berasal dari daerah Jawa seperti para pedagang dan anak-anak pesantren.  Mereka pulang karena ingin menyambut ramadan di kampung halaman masing-masing di Sumbar, yang  masuk lewat jalur barat lalu menyebar di sumbar.

“Pendataan ini sangat kita perlukan, dan nanti mereka yang masuk akan diawasi ketat oleh apparat nigari setempat mereka berada. Bagi yang tidak mau untuk mengisolasi diri, saya harap apparat nigari melaporkan kepada polisi,” kata Nasrul Abit.

Data per tanggal 04 April 2020, kasus Covid-19 di Sumatera Barat, positif 14 orang, satu meninggal dan 73 pasien dalam pengawasan.(art)

Loading...