Vaksinasi Agam Masih Rendah, BKKBN Bersama Ade Rezki Ajak Warga Sungai Pua ikut Vaksin

Ade Reski Prtama serahkan bingkisan sembako bagi peserta sosialisasi

TOPIKINI, AGAM – Angka capaian vaksinasi covid-19 di Sumatera Barat masih sangat rendah, yaitu sekitar 20 persen dosis pertama dan 10 persen dosis kedua. Dengan angka tersebut, menempatkan Sumatera Barat diurutan paling rendah se Indonesia.

Salah satu penyebab rendahnya capaian vaksinasi tersebut, diduga karena rendahnya pengetahuan masyarakat tentang vaksin covid-19. Selain itu juga kurangnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah hingga ke tengah-tengah masyarakat.

Hal ini diketahui saat kegiatan sosialisasi yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional bersama Anggota Komisi Sembilan DPR RI, Kamis pagi (23/09/2021) di kecamatan Sungai Pua kabupaten Agam. Dari sekitar 70 peserta sosialisasi yang hadir, hanya tujuh orang diantaranya yang sudah divaksin.

Sisanya mengaku belum divaksin, karena informasi yang diterima tentang vaksin selama ini banyak negatifnya. Sehingga, informasi tersebut membuat warga menjadi takut untuk divaksin.

“Mungkin karena selama ini warga mendapat informasi kalau vaksin itu berbahaya, jadi warga takut,” ucap Risma, salah seorang peserta Sosialisasi Pendataan Keluarga Kelompok Sasaran Bangga Kencana Bersama Mitra tahun 2021 yang digelar BKKBN dan Komisi IX DPR RI.

Menurut Ade Reski Pratama, anggota DPR RI asal Sumatera Barat, sosialisasi yang masif tentang vaksin covid-19, mesti dilakukan pemerintah daerah bersama tokoh-tokoh masyarakat, agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar. Sebab selama ini, masyarakat hanya menerima informasi simpang siur, yang dengan mudah masuk melalui media internet di handphone mereka.

“Banyak sekali pertanyaan pertanyaan mendasar yang masih belum difahami masyarakat kita, contohnya masih banyak masyarakat kita yang inginnya di imunisasi, tapi tidak ingin divaksinasi. Inilah sosialisasi yang mesti kita gerakkan, tapi perlu juga dengan tahapan selanjutnya,” kata Ade Reski Prtama, anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Gerindra.

Salah satu upaya BKKBN dan Komisi IX DPR RI, selalu menyertakan informasi tentang pentingnya vaksinasi covid-19, disaat melakasankan sosialisasi tentang program keluarga berencana kepada masyarakat.

Untuk meningkatkan capaian vaksinasi yang masih rendah ini, BKKBN bersama DPR RI, akan menyelenggarakan vaksinasi massal di beberapa daerah. Sabtu besok (25/09/2021), vaksinasi massal akan digelar di kecamatan Baso kabupaten Agam. Warga dihimbau agar mendatangi lokasi vaksinasi yang akan dilaksanakan di kantor wali nagari Simarosok.

“Sabtu besok akan dilaksanakan vaksinasi massal, Sabtu dan Minggu, agar semua masyarakat terlayani, tercakupi akes bisa dicapai masyarakat dari pucuk gunung dan sebagaimnya,” kata Hariyadi Wibowo, Kepala Biro Hukum, Organisasi dan Tata Laksana BKKBN Pusat.

Hariyadi serahkan bingkisan bagi peserta sosialisasi

Pemerintah melibatkan berbagai instansi untuk menuntaskan program vaksinasi nasional, agar pandemi covid-19 segera berakhir. Salah satu syarat agar satu daerah bisa terlepas dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat, atau PPKM level empat, pemerintah mewajibkan angka capaian vaksinasi diatas 37 persen.

Kecamatn Sungai Pua Terendah di Agam

Kabupaten Agam, merupakan daerah paling rendah capaian vaksinasi covid-19 se Sumatera Barat. Hingga pertengahan September, angkanya masih dibawah sepuluh persen. Dari 16 kecamatan yang ada di kabupaten ini, kecamatan Sungai Pua salah satunya yang terendah.

Menurut camat Sungai Pua, Syafrizal, rendahnya pengetahuan masyarakat tentang manfaat vaksinasi covid-19, menjadi kendala utama penyaluran vaksinasi. Selama ini, masyarakat sangat terpengaruh dengan berita dan informasi simpang siur yang didapatkan warga melalui media internet. Akibatnya, masyarakat menjadi takut.

“Dengan terbukanya informasi, adanya facebook banyaknya hoax, itu berpengaruh sekali terhadap penyebaran covid-19 ini. Kemudian banyak yang bilang, ini sudah divaksin pak Camat, kok kena juga,” kata Syafrizal, Camat Sungai Pua.

Data kecamatan mencatat, angka penderita covid-19 di kecamatan ini tergolong cukup rendah, yaitu 90 orang dari 26 ribu jumlah warganya. Namun angka kematian akibat virus tersebut juga tinggi, yaitu sekitar 20 % lebih, yaitu sebanyak 18 orang.(art)