Tanggap Kondisi Darurat, Mahasiswa UMM Terjun Langsung Mewujudkan Masyarakat Sehat

TOPIKINI – Tingginya angka persebaran covid-19 khususnya di Kota Malang menimbulkan kekhawatiran tersendiri pada masyarakat. Hal ini berdampak pada tingginya kunjungan masyarakat ke rumah sakit khususnya RS UMM untuk sekadar melakukan pemeriksaan kesehatan.

Membeludaknya jumlah pengunjung, maka perlu tenaga ekstra guna melakukan pendeteksian dini tanda Covid-19 kepada masyarakat yang hendak masuk ke area RS UMM. Menjawab kondisi tersebut pihak DPPM (Direktorat Penelitian & Pengabdian Masyarakat), Universitas Muhammadiyah Malang mengerahkan sejumlah tenaga relawan untuk ikut serta membantu tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat.

Adapun tim yang dikerahkan merupakan mahasiswa aktif dari Fakultas Ilmu Kesehatan Prodi Keperawatan.
Salah satu Tim Relawan yang bertugas adalah Tim Karsa Rekasa yang digawangi oleh Khoiroh Yeroh, Ranti Kurnia, Roichanah Anggun, Salvinia Salvy dan Yassa Eksandi, yang merupakan mahasiswa keperawatan UMM. Setiap anggota tim akan ditugaskan di ruangan yang berbeda sesuai tingkat urgensi yang diperlukan.

“Alhamdulillah kami dari tim relawan sudah bertugas sejak awal bulan Agustus hingga bulan September ini. Saya dan tim ditempatkan di ruang yang berbeda yakni IGD, ruang rawat inap, kamar bersalin, ruang perintologi, serta ambulan gawat darurat. ” ujar Khoir relawan yang bertugas di IGD.

Dalam menjalankan tugasnya tim relawan bertugas untuk melakukan screening dini pada pengunjung hingga mempersiapkan fasilitas ambulance untuk pasien. Pihak rumah sakit juga memberikan berbagai pembekalan terhadap tim relawan sebelum menjalankan tugas, baik dari segi ilmu pengetahuan serta APD sebagai perlindungan.

“Selama menjadi relawan kami banyak berperan dalam pendeteksian dini covid-19 pada setiap pengunjung. Jadi, setiap pengunjung akan kami cek suhu, kadar saturasi oksigen serta keluhan demam, batuk dan pilek terlebih dahulu, sebelum nantinya mendapatkan perawatan yang sesuai. Kami juga banyak mendapat dukungan serta terfasilitasi dengan baik oleh pihak RS, sehingga kami dapat menjalankan tugas dengan baik” ungkap Yassa salah satu relawan.

Dari sector gawat darurat pasien sudah terlebih dahulu discreening sebelum menerima perawatan, sedangkan dalam lingkup rawat inap terdapat tantangan tersendiri bagi tim relawan. Kepatuhan masyarakat dalam menggunakan masker. Salah satu relawan rawat inap, Anggun berkata

“Dari kita sendiri sudah memberikan pelayanan dan pengarahan yang terbaik, tetapi memang sedikit susah untuk membangun keebiasaan pada masyarakat. Edukasi dan memberikan contoh yang baik adalah salah satu cara yang bisa saya lakukan untuk mendorong kemauan masyarakat menggunakan masker khususnya, mengingatkan covid-19 saat ini sangat bahaya”

Melalui dr.Ro’di selaku salah satu penanggung jawab dar pihak RS, menyatakan bahwa “Dengan adanya relawan ini kami cukup terbantu dalam memgoptimalkan pelayanan pada pasien. Harapannya semoga tim relawan yang bertugas dapat memperoleh kebermanfaatan kedepannya”.(relis)

Loading...