Tak Sebut non Muslim “Kafir”, Begini Maksudnya

381

TOPIKINI – Alhamdulillah, Saya dapat penjelasan tentang permasalahan penyebutan non muslim pada saudara berlainan agama dari seorang buya dan ustadz, serta penjelasan rinci oleh adinda Firdaus Djafri yang pada saat itu beliau hadir di acara NU tersebut.

Topik pembahasan yang ramai dipergunjingkan sampai ada yang mengeluarkan ayat Alquran membahas tentang kaum Kafir, Saya sebagai ummat muslim yang beriman dan percaya pada Alquran yang penuh qalam Allah, menyatakan Kebenaran ayat tersebut benar.

Penyebutan Non Muslim bagi kaum Kafir yang dibahas dalam acara tersebut pada konteks KEBANGSAAN, kenapa dibahas dalam point Kebangsaan ? karena Negara kita mengakui 5 agama yang dilindunggi UU.

Contoh : Prabowo bersaudara hidup damai dan rukun dilingkungan keluarga nya, walaupun berbeda agama, karena mereka saling menghormati dan menghargai apa yang mereka yakini, Prabowo tidak pernah memanggil atau menyebut Kafir pada saudara nya, selalu dengan sopan beliau menyebut non muslim ataupun ummat Kristiani.

Point pembahasan tersebut dipergunjingkan oleh masyarakat, karena ulah informasi sepihak dari politikus busuk yang senang melihat sesama ummat muslim berselisih.

Apakah kita lupa belajar adab ? dalam kehidupan berbangsa dan beragama kita selalu dianjurkan saling menghormati dan menghargai. Kalau kita lupakan adab berbangsa dan beragama, maka kita berhak menyebut saudara atau keluarga Prabowo kaum Kafir ? Saya pribadi tak tega menyebutnya.

Satulagi contoh Islam mengajarkan adab berbangsa dan beragama, Batas kota antara Jeddah dan Tanah haram tertulis disana selamat datang kaum Muslim dan dilarang bagi kaum Non Muslim memasuki tanah haram, kenapa pemerintah Arab tidak menuliskan Dilarang masuk bagi kaum kafir ? mari kita berfikir karena Alquran untuk orang orang yang mau berfikir benar, bukan untuk berfikir kotor seperti kaum Yahudi.

Mari saudaraku sebangsa dan setanah air, berhati hati kita dalam menyikapi isue politik praktis kaum kapitalis dan yahudi, Mereka senang melihat kita sesama ummat muslim berselisih.

Banyak maaf kalau ada kalimat dalam penulisan yang kurang berkenan dihati dan tidak pada tempat nya.

“Salam damai Negriku”

Oleh : Surya Sutan Sari Alam

Loading...