Syafrudin Budiman: Innalillah, Kita Kehilangan Guru Bangsa Seperti Gus Sholah

29

Surabaya – Mendengar kabar duka atas meninggalnya Gus Sholah atau KH. Salahuddin Wahid seorang tokoh kyai karismatik, Bakal Calon Walikota (Bacawali) Kota Surabaya Jalur Independen Syafrudin Budiman yang disapa Gus Din mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya. Gus Din mengatakan, adik Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid ini tutup usia dalam usia 77 tahun, akibat penyakit jantung yang lama diderita.

“Innalillahi Wainnaillahirojiun. Turut berduka cita atas meninggalnya KH Salahuddin Wahid, Minggu 02 Februari 2020, Jam 20.55 di Jakarta. Semoga amal ibadah beliau almarhum diterima di sisi Allah SWT,” kata Gus Din, Senin (03/02/2020) di Surabaya.

Gus Din mengenal Gus Sholah saat menjadi anggota Komnas HAM dan sebagai calon wakil presiden mendampingi Wiranto 2004 lalu. Selain itu dia mengenal akrab Gus Sholah saat mendampingi Khofifah Indar Parawansa saat proses Calon Gubernur Jawa Timur 2013 lalu.

Gus Sholah kata Gus Din banyak mengajarkan moral yang kuat dan meneguhkan posisi dirinya, agar tidak mengkhianati Khofifah dan terus berjuang di Pilkada Gubernur 2013. Walau waktu itu Gus Din, sempat ditawari uang 2 Milliar untuk berpaliing muka agar Khofifah tidak bisa maju nyalon.

“Banyak kisah mengharukan bersama Gus Sholah di 2013 lalu, waktu itu saya Ketua DPW Partai Matahari Bangsa (PMB) Jawa Timur. Atas doa dan dukungan Gus Sholah, saya tetap setia kepada Khofifah. Walaupun saat itu ditawarin uang milyaran oleh tim Soekarwo, bahkan kejadian ini saya sampaikan ke sidang DKPP dan MK,” jelas Gus Din panjang lebar.

Ketua Umum Presidium Pusat Barisan Pembaharuan (PP BP) ini mengucapkan selamat jalan pak kyai, selamat jalan Gus Sholah. Kata Gus Din, berterima kasih kepada Gus Sholah yang dinilainya sebagai, kyai, bapak dan senior.

“Selamat jalan Gus Sholah, segala nasehat, tausiyah, petunjuk dan saranmu akan selalu kami catat dan kami perhatikan. Subhanaka Humma Robbana Wabihamdika Allahumma Firli. Amin Ya Rabbal Alamin,” kata Gus Din dengan sedih kehilangan tokoh besar Nahdlatul Ulama.

Menurut Gus Din, sosok Gus Sholah yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang tersebut. Gus Sholah lahir di Jombang, 11 September 1942 dan menghembuskan nafas terakhir pada usia 77 Tahun.

“KH Salahuddin Wahid adalah putra terbaik bangsa, dirinya adalah seorang yang demokratis dan negarawan. Gus Sholah adalah guru, aktivis, ulama, cendekia dan tokoh penggerak HAM di Indonesia. Insya Allah,” tukas Gus Din yang merupakan cicit pendiri dan ketya pertama kali PBNU KH Hasan Basri (Hasan Gipo) asal Nyamplungan, Surabaya ini (red)

Loading...