SUN Organisasi Relawan Jokowi-Amin yang Fokus Tangkal Hoax

43
Peluncuran organ Suara untuk Negeri dan Talksow di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (12/3/2019). Foto: BP/Gus Din.

TOPIKINI – Dalam acara peluncuran organ relawan Jokowi-Amin Suara untuk Negeri (SUN) juga diselingi acara talkshow dengan ‘Kalahkan Capres Hoax, Menangkan Capres Terbaik’. Acara dipimpin oleh Jepsoni Sumual Aktivis Lingkungan dan Demokrasi sebagai moderator.

Organisasi yang baru resmi diluncurkan di di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (12/3/2019). Organisasi relawan pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin ini dipimpin oleh Dedi Mulyadi (Pembina SUN), Firman Jaya Daeli (Pembina SUN), Nur Pandysyah (Ketua Umum), Anton Weka (Sekretaris Jenderal), dan Yuli Indriasari (Bendahara Umum).

“Ada yang dilupakan orang-orang yang BerPancasila, Berbhinneka Tunggal Ika dan BerNusantara. Merekalah yang asli Indonesia yang disebut Pribumi,” kata Dedi Mulyadi.

Namun kata Dedi, saat ini mereka kelompok adat itu dilupakan oleh kalangan Politisi kita. Karena menurut Dedi, saat ini orang-orang yang keras suaranya yang didengarkan sedangkan mereka lebih banyak diam dan terpinggirkan. Mereka terdegradasi saat ini.

Politisi muda ini mengatakan bahwa dia mendukung Jokowi karena alasan semangat ideologis. Katanya, sosok Pak Jokowi yang tampil apa adanya menggambarkan bahwa negeri ini telah memiliki sahabat.

“Beliau punya spirit yang membangkitkan masyarakat bangsa ini terutama sisi budaya. Ini bukan sekedar pilpres tapi ini sudah menyangkut ideologis dan kelangsungan tatanan adat budaya bangsa ini,” terang Dedi.

Terakhir kata Dedi, Pak Jokowi itu dicintai masyarakat jelata. Dimana Pemilih terbesar dan loyal kepada Jokowi adalah mereka rakyat jelata.Sementara itu Firman Jaya Daeli, Pembina SUN mengatakan bahwa bangsa ini harus fokus kepada pembangunan masyarakat madani. Perlu pemberdayaan masyarakat dengan program-program kerakyatan.

“Pak Jokowi yang lahir dari rakyat bawah dan mewakili rakyat bawah tentunya lebih peka dan akan lebih peduli kepada rakyat bawah,” puji politisi PDI Perjuangan ini.

Pemilu 2019 Harus Bebas Hoaks

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Suara untuk Negeri (DPP SUN), Nur Pandysyah mengatakan organisasi yang dipimpinnya memiliki kiat-kiat untuk mengatasi masalah hoaks. Katanya, saat ini kita fokus di provinsi Jabar, Banten, dan Riau, sementara khusus Banten SUN melakukan blusukan door to door.

“Kita menjelaskan kepada masyarakat berbasis data dan fakta terutama menyangkut isu PKI dan lain-lain. Jadi ada opini untuk menggiring masyarakat bahwa Pak Jokowi harus dipermasalahkan lewat isu yang dihembuskan. Kita aka lawan hoaks lewat penjelasan yang masuk akal kepada masyarakat pemilih,” terang Nur Pandysyah.

Ditambahkan Sekjen DPP SUN Anton Weka mengatakan bahwa seorang pemimpin harus menjadi Indonesia yang sejati. Dimana katanya, pemimpin Indonesia harus nyaman dengan semua budaya yang ada di Indonesia.

“Seorang pemimpin sejati itu mengorbankan jiwa raganya untuk kepentingan orang banyak. Tidak hanya fokus kepada jargon-jargon empat pilar kebangsaan semata. Organisasi SUN melihat Pak Jokowi sangat cocok dan pas untuk membawa negeri ini ke arah yang benar,” ujarnya.

Sementara itu, Yuli Indrasari mengatakan bahwa organisasi Suara Untuk Negeri menyerukan budaya literasi. Katanya, kita memiliki program membagikan buku kepada kalangan pesantren dan sekolah-sekolah.

“Kita ajarkan mereka bahwa hoaks harus dilawan lewat pembelajaran budaya literasi. Kita latih pemikiran mereka untuk berpikir positif,” tandas Yuli penuh optimisme. (red)

Loading...