Sosialisasi Genre di SMA GKST 1 Tentena, BKKBN; Masa Depan Mesti Direncanakan Sejak Dini

24
Verna Gladies Merry Ingkiriwang

TOPIKINI – Anggota Komisi IX DPR RI Verna Gladies Merry Ingkiriwang, menghadiri kegiatan Sosialisasi Pembangunan Keluarga Bersama Mitra kerja melalui Genre Ceria Tahun 2019 Provinsi Sulawesi Tengah, di SMA GKST 1 Tentena Kecamatan Pamona Puselemba, Senin (30/09/2019), yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Dalam orasinya, verna Gladies mengajak para generasi muda untuk lebih giat meraih prestasi dengan cara memperdalam ilmu pengetahuan dan merancang masa depan dengan rajin belajar.

“Pemuda pemudia harus sukses. Ditahun 2030 kita akan menjalankan rumus demografi, yang bekerja hanya bapak dan ibu untuk membiayai 6 orang, kakek dan nenek beserta dua anak,” ucap Verna.

Verna juga mengajak generasi muda agar tidak hanya mengharapkan bekerja sebagai Pegawai negeri Sipil atau PNS. Sebab menurutnya, dengan keahlian dan wirausaha, banyak orang yang bisa jauh lebih sukses dari pada menjadi PNS.

“Kita harus menambah dan memperdalam ilmu, harus merancang mau kerja apa yang terbaik, jangan hanya mau menjadi PNS, banyak orang-orang yang menjadi wiraswasta menjadi orang sukses, carilah karir terlebih dahulu baru menikah, jauhi pergaulan bebas, jangan terlibat narkoba,” paparnya lagi.

Selain itu, Verna juga menyinggung soal pergaulan sejenis atau LGBT. Ia berharap para pelajar SMA GKST 1 Tentena tidak ikut-ikutan dan terpengaruh dengan pergaulan yang menyimpang itu.

“Jangan sekali-kali mendekat dengan pergaulan LGBT, yang suka sejenis itu sudah terkena kelainan jiwa, jadi jangan ikut-ikutan kelainan jiwa,” lengkapnya.

Sementara kepala perwakilan BKKBN Sulawesi tengah, Tenny C Soriton, juga menghimbau generasi muda untuk tidak terjerumus dengan narkoba, seks bebas dan pernikahan dini.

“Tiga hal ini jangan sampai di coba bahkan didekati saja tidak boleh, narkoba, seks bebas dan juga pernikahan dini. Gapailah dulu cita-cita, baru berumah tangga,” kata Tenny.

Tenny menambahkan, untuk berkeluarga nanti, para generasi penerus ini mesti merencanakan dari sekarang.

“Adik-adik harus merencanakan kehidupan masa depan itu dari sekarang, saya nanti menikah umur berapa, punya anak berapa, tamat sekolah mau jadi apa, jadi semua harus direncanakan dari sekarang. Jangan nanti setelah menikah baru merencanakan, itu sudah terlambat untuk perencanaan,” tuntasnya.(Kawek)

Loading...