Sosialisasi di SMAN 1 Lage, BKKBN; Menikah Usia Dibawah 21 Tahun, Begini Akibatnya

43

TOPIKINI – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus melakukan sosialisasi kepada pelajar SMA atau para Generasi Berencana (Genre) di kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Sosialisasi tersebut bekerjasama dengan mitra kerja BKKBN di DPR RI yaitu Komisi IX, dengan tajuk Sosialisasi Pembangunan Keluarga Bersama Mitra Kerja Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2019.

Sosialisasi yang ditujukan kepada generasi mileneal ini, diadakan di SMAN 1 Lage kabupaten Poso, dan diikuti lebih kurang 250 pelajarnya. Anggota DRI Ri Komisi IX Verna Glasies Merry Inkiriwang melalui anggota DPRD kabupaten Poso, Mercy Hande mengajak para pelajar agar menghindari pergaulan bebas, sex bebas dan narkoba.

“Ketiga unsur itu harus dijauhi, agar adek-adek tidak terjerumus kepada perbuatan yang dilarang norma hukum, karena dapat berakibat kepada perbuatan pidana. Dipundak adek-adek kami titipkan bangsa ini, karena adek-adek akan meneruskan perjuangan kami, jadi kami menghimbau jangan dekati ketiga unsur pergaulan bebas, seks bebas dan narkoba,” ucap Mercy Hande, anggota DPRD kabupaten Poso.

Sementara itu, Kabid Adpin BKKBN kabupaten Poso, Muhammad Rosni mengatakan, bahwa usia perkawinan di Indonesia diatur dalam undang-undang perkawinan yaitu minimal usia 21 tahun. Jika ada yang menikah di usia dibawah 21 tahun, berarti itu disebut menikah dibawah umur.

“Kami Berpesan sesuai program pemerintah agar menikah itu minimal 21 tahun, jangan sampai di bawah itu, karena menurut penelitian dan kajian, usia 21 tahun ke bawah itu masih anak-anak dan kalau di bawah 21 tahun mereka sudah kawin dan punya anak yaitu sama dengan anak-anak malahirkan anak,” kata Muhammad Rosni, Kabid Adpin BKKBN kabupaten Poso.

Rosni menambahkan, rata-rata perceraian di rumah tangga di provinsi Sulawesi Tengah di awali oleh pertengkaran yang didominasi oleh kawin muda.

“Perkuat dulu ketahanan remaja, perkuat dulu moral dan bagi laki-laki perkuat dulu ekonomi, apakah sudah bisa ngasi makan anak orang. Jadi jauhilah nikah muda dan seks bebas, cobalah berpikir apa dan bagaimana dampak nya. Kalu usia muda sudah menikah, kemudian sebentar lalu bercerai lagi, buat apa, sebaiknya rencanakan matang-matang,” tambahnya.

Muhammad Rosni secara langsung menyampaikan apresiasinya kepada para pelajar SMAN 1 Lage kabupaten Poso ini, lantaran menjadi pemenang lomba remaja Genre tingkat Sulawesi Tengah untuk tahun 2019 ini.

Selain mendapatkan pemaparan dari pemateri, acara ini acara ini dihibur dengan Tari Torompio khas tari sambutan Poso. Selain itu, sosialisasi ini juga dimeriahkan dengan berbagai macam hadiah menarik, seperti HP, kipas angin, dispenser, sepeda gunung, dan alat penanak nasi.(kawek)

Loading...