Sosialisasi Bina Keluarga Lansia, Kaper BKKBN: “Lansia Butuh Perhatian”

Andi Ritamariani (tengah)

TOPIKINI, MAKASSAR – Pemerintah saat ini telah memiliki Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan. Perpres ini menjadi payung hukum dalam koordinasi lintas sektor dalam menjalankan program-program kelanjutusiaan.

Dimana Pemerintah tengah menyiapkan agar SDM lansia bisa mandiri, sejahtera, dan bermartabat di usia senjanya. Ini telah dipersiapkan sejak dini dengan menyiapkan investasi lapangan kerja yang produktif sejak dini kepada generasi muda.

“Kami focus sasar keluarga berencana, apakah itu remaja, lansia, keluar yang punya lansia,” kata  Kepala perwakilan (kaper) BKKBN Provinsi Sulawesi selatan, Andi Rita Maryani saat melakukan sosialisasi dengan tema “Bina Keluarga Lansia” di Grand Town Makassar, Senin (29/11/2021).

Dirinya menyebutkan BKKBN saat ini telah memiliki 30 program, salah satunya bagaimana langsing bisa dirawat dengan baik dan itu kata dia tidak semuda mengawal balita atau batuta (Bayi di bawah dua tahun).

“Ini karena problem lansia sangat kompleks dan berbeda dengan balita atau batuta,” ucapnya.

Dalam usia yang sudah tua ini terkadang lansia gagal mempertahankan keseimbangan terhadap kesehatan dan cenderung menghadapi kondisi stress fisiologis. Lansia juga seringkali mengalami penurunan daya Kemampuan untuk hidup serta meningkatkan kepekaan secara individual .

“Lansia bisa memberikan kontribusi besar dalam menurunkan angka stunting dan Semua pihak berkepentingan juga harus menyikapi secara serius,” tuturnya.

Dalam sosialisasi ini juga hadir Kabid Pengendalian Penduduk DPPKB Kota Makassar,  Muhammad Ramli, dan Praktisi Sumiaty Hamsiar.(randi)