Seorang Demonstran Bernama Ayaturrahman Ditusuk Orang Tak Dikenal di KPK

172
Teks: Ayaturrahman salah seorang Aktivis yang mengalami luka penusukan saat ditemui di Polda Metro Jaya, (Foto: Barto Silitonga)

Jakarta – Para aksi massa unjuk rasa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Peduli Bangsa(KMPB) melaporkan ke Polisi atas perlakuan yang tidak menyenangkan hingga bahkan penganiayaan dari para gerombolan orang yang tak dikenal.

Ayaturrahman salah seorang dari aksi massa unjukrasa yang mendapatkan penganiayaan pengeroyokan yang mengalami luka memar. Ayat menceritakan kronologisnya yang mana saat itu dirinya dan rombongan aksi akan menggelar aksi aspirasi di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dihadang orang tak dikenal dengan cara mengusir paksa.

“Saat didepan KPK kita dihadang orang yang tidak kami kenal, datang langsung tarik-tarik peralatan aksi, terus disuruh pulang paksa,” ujarnya saat ditemui usai memberikan laporan ke Polda Metro Jaya Jl.Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (08/11/2019).

Lanjutnya lagi mengatakan, karena pihak aksi tidak mau terjadi bentrokan mereka pun putuskan untuk melanjutkan aksi demo didepan Istana Negara, seperti yang sudah di jadwalkan pihak para demonstran yang akan gelar aksi di dua titik, di depan KPK dan di depan Istana Negara.

“Nah! sampai di depan Istana, ternyata ada juga preman-preman yang sudah menunggu kita dan menyuruh kita balik, akhirnya kita balik,” katanya.

Namun karena masih ada sekitar 4 orang junior para aksi massa yang masih ditahan tidak dikasih pulang sama pihak preman, akhirnya mereka pun sempat berberdiplomasi.

“Dan mereka sepakat untuk melepaskan kawan-kawan itu dan akhirnya kita sepakat untuk damai tidak ada aksi lagi terus mereka lepas adek-adek kita itu,” ujarnya lagi.

Tragisnya, sesaat mau pulang menuju ke mobil tiba-tiba puluhan preman langsung mengeroyok memukuli mereka para aksi yang tergabung dalam KMPB.

“Pas kita mau masuk mobil tiba-tiba preman yang mengusir kita dari kpk itu muncul sekitar lebih dari 10 orang, datang ke kita tanpa ada kompromi apapun langsung pukuli kita, saya dipukul dari atas, bawah,” sambung Ayat.

Namun mirisnya, Ia mengalami luka robek di sekitar dagu dengan alat tajam, “Kemungkinan besar mereka pakai alat, cuma tidak tau persis alatnya model apa? Itu semacam kunci motor yang dikasih tajam,” ujarnya.

Saat pengeroyokan terjadi mereka pun sempat dipisahkan oleh beberapa pihak TNI dan Polisi yang saat itu sedang berada di lokasi ricuh tepatnya di taman pandang monas depan Istana Negara.

“Pas lagi dikeroyok saya ditarik sama tentara terus juga ada sebagian polisi yang memisahkan itu, tiba-tiba orang itu (preman) dari samping polisi muncul langsung tusuk, kemungkinan mau ambil leher tapi kena ini(dagu),” kata Ayat, sambil menunjukkan dagunya yang luka robek kena tusukan benda tajam.

Masih lanjut akrab disapa Ayat ini menceritkan, Ia pun tidak tahu  pelaku penusukan namun masih mengingat wajah yang menusuk dirinya.

Dia pun berharap agar pihak kepolisian segera menindaklanjuti kasus penganiayaan yang dialaminya beserta rekan-rekan lainnya agar kedepannya tidak terulang kepada para aktivis lainnya untuk melakukan aksi unjukrasa.

“Nah tadi kita sudah mengasih laporan tinggal menunggu hasil visum habis itu kita tunggu hasil proses hukum,” ujarnya.

Ia juga menceritakan yang terpantau Ia juga bersama rekan-rekan aktivis lainnya saat memberikan laporan ke Polda Metro Jaya.

Untuk diketahui bersama, adapun tujuan aksi unjukrasa para Koalisi Mahasiswa Peduli Bangsa yang dihadang oleh orang tak dikenal ini rencananya akan menyampaikan aspirasi supaya pihak Pemerintah, Presiden Joko Widodo dan pihak KPK.

Supaya bisa menangkap mafia kartel biji nikel. Diharapkan juga Dirjen Pajak agar segera memeriksa pembayaran pajak pihak Smelter di Sulawesi Tenggara.

“Kami meminta Presiden Jokowi untuk segera menegur atau pecat kepala BKPM karena membuat gaduh dan membuat investor rugi atas anjuran penghentian ekspor nikel yang tidak ada dasar hukumnya,” pungkas Ayat. (bar/red)

Loading...