Rumah Dibeli Tidak Ada Wujudnya, Uang Ratusan Juta Tidak Kembali

32

Sidoarjo – Niat hati ingin memiliki rumah namun malah kena tipu. Uang pembayaran untuk pembelian rumah di Villa Grand Almyra, Jl. Raya Tanjung Kenongo, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto sudah lunas, namun rumah belum dibangun oleh PT. Karya Agung Anfa’unnas, selaku developer.

Kejadian itu menimpa 2 orang, yakni Rokib warga Semaji, Krian, Sidoarjo, dan Totok Widiono warga Bromo, Waru, Sidoarjo. Karena merasa ditipu, akhirnya para korban melaporkan Direktur Utama PT. Karya Agung Anfa’unnas, Agung Sudiono ke pihak kepolisian.

Pada 11 November 2020, Rokib melaporkan Agung Sudiono ke Polresta Sidoarjo. Ia menerima Surat Tanda Bukti Lapor, nomor: TBL-B/ 363/ X/ 1.11/ 2020/ RESKRIM/ SPKT Polresta  Sidoarjo.

Pada 15 November 2018, Totok Widiono melaporkan Agung Sudiono ke Polda Jatim dan menerima Tanda Bukti Lapor Nomor: TBL/ 1508/ XI/ 2018/ UM/ JATIM. Selanjutnya laporan tersebut oleh Polda Jatim dilimpahkan ke Polresta Sidoarjo dengan dasar Kejadian Perkara masuk wilayah hukum Polres Sidoarjo sehingga bisa memudahkan proses penyidikan perkara.

Advokat/ Pengacara dari Rokib dan Totok Widiono, yakni Sahlan, S.H., dari Law Firm & Legal Consultants Sahlan Azwar & Partners, menerangkan bahwa atas peristiwa ini kliennya telah dirugikan Ratusan Juta rupiah.

“Bapak Rokib telah mengeluarkan uang sebesar Rp 320 juta dan bapak Totok Widiono sebesar Rp 560 juta untuk pembelian rumah di Villa Grand Almyra Pacet Mojokerto. Akan tetapi rumah yang sudah lunas itu sampai sekarang belum dibangun oleh PT Karya Agung Anfa’unnas. Dan klien sudah melaporkan Agung Sudiono selaku Dirut perusahaan ke Polresta Sidoarjo,” urai Sahlan. Senin (22/2/2021).

Sahlan juga menyampaikan bahwa selain Agung Sudiono ada juga yang kemungkinan terlibat atas dugaan penipuan ini, yakni Sentot Budi Wijaya yang mengaku komisaris perusahaan. “Sentot Budi Wijaya yang mengiklankan ke klien supaya membeli, mengaku sebagai komisaris dan penyedia lahan. Dan untuk saat ini lokasi perumahan dikuasai Sentot secara sepihak, karena klien kita tidak diperkenankan masuk ke area perumahan,” terang Sahlan.

Terkait laporan kliennya, Sahlan berharap pihak kepolisian Polresta Sidoarjo menangani laporan kliennya secara Promoter (Profesional, Modern, Terpercaya). “Saya berharap pihak penyidik Polresta Sidoarjo bisa secepatnya menyelesaikan permasalahan ini sesuai dengan slogan Polri Promoter,” pungkas Sahlan.

Untuk mengetahui perkembangan perkara yang ditangani Polresta Sidoarjo, awak media melakukan konfirmasi ke unit Harda Polresta Sidoarjo namun sampai berita ini dimuat belum ada jawaban. (red)

Editor: RB. Syafrudin Budiman SIP

Loading...