Riyan Betra Delza Didukung Maju Wakil Bupati Pesisir Selatan Mewakili Suara Milenial

235

Oleh: Andre Saputra
Sekum DPD IMM Sumbar

Dahsyatnya keinginanan generasi milenial untuk mengambil peran dalam dunia politik hari ini, membuat kontestasi dalam pemilihan kepala daerah semakin berwarna. Diawali dengan terpilihnya Sutan Riska menjadi Bupati Dharmasraya dan kemudian disusul oleh Wali Kota Padang panjang Fadly Amran, semakin memantapkan dan mendorong semangat pemuda dalam memberikan sentuhan perubahan untuk daerahnya.

semangat ini lah yang hari ini coba untuk ditularkan di Kabupaten Pesisir Selatan, dengan mengoptimalkan kembali peran pemuda untuk mengawasi dan ikut terlibat melakasanakan kebijakan pada struktur pemerintahan yang pro rakyat.

Sosok yang kiranya mempunyai kemampuan untuk berkolaborasi dan mewakili suara kaum milenial itu ada pada anak muda yang lahir pada 30 maret 1993 tahun yang lalu, Riyan Betra Delza. Mengawali karir sebagai aktivis kampus pada Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang, dengan jabatan Wakil Presiden Mahasiswa, kemudian dilanjutkannya ketika menjalani study S2 Magister di Universitas Mercu Buana Yogyakarta dengan jabatan Ketua Perhimpunan Magister Psikologi, mengasah kemampuan kepemimpinan riyan dalam mengelola kepemimpinan yang meliputi seputar persoalan sosial, poliotik, ekonomi yang terjadi di tengah-tengah kampus maupun masyarakat.

Namun riyan menambahkan kemampuan kepemimpinannya ia dapatkan tidak terlepas dari ketika ia bersekolah di Sekolah Muhammadiyah yang ia jalani selama 5 tahun mulai dari kelas 1 Mts Muhammadiyah sampai kelas 3 MA Muhammadiyah, yang berlokasi di Lakitan yaitunya Pondok Pesantren Khairatul Khasanah Muhammadiyah Lakitan kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Selain itu kemampuan kepemimpinannya juga ia dapatkan ketika bergabung di IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ) Mulai dari tingkat terendah (komisariat) sampai tingkat tertinggi (DPP) sudah ia jalani.

Tidak terhitung aksi-aksi yang pro rakyat yang telah ia lakukan, entah itu di meja diskusi ataupun dijalanan. Selain aktif sebagai aktivis kepemudaan seorang riyan juga merupakan seorang intelektual sejati, ia telah berhasil menulis buku pertamanya yang berjudul “ Nalar Waras Kaum Jas Merah” buku tersebut ia tulis sebagai bentuk protes terhadap paradoks kehidupan, baik itu berbangsa, beragama dan berbudaya.

Dalam kehidupan sosial pun riyan adalah sosok pemuda yang begitu ramah, santun dan toleran, sehingga hadirnya bisa diterima oleh seluruh kalangan, seperti organisasi NU , PERTI dan lain sebagainya. Sosok yang selalu mengedapankan dialog, diskusi sebagai alat utama dalam menyelesaikan persoalan.

Riyan adalah sosok pemuda yang luar biasa, seorang riyan bisa merangkul seluruh kalangan, terutama generasi muda atau kaum milenial. Kedekatan yang dibangun dengan semangat kesetiakawanan membuatnya di hormati di semua generasi. Sifat yang begitu istimewa yang dimiliki oleh anak seuisia Riyan, tentu hal ini pantas untuk di apresiasi.

Sehingga dengan alasan itulah hampir seluruh generasi milenial di Kabupaten Pesisir Selatan memberikan apresiasi kepada riyan dan menaruh harapan untuk mewakili suara mereka di Kabupaten Pesisir Selatan agar maju menjadi Wakil Bupati di Kabupaten Pesisir Selatan.

Loading...