Ridwan Tulus Sulap Anak-anak Bandel jadi Santun di Panti Asuhan

foto diatas adalah ketika saya membuat program khusus untuk anak2 Damien Hirst orang terkaya di Inggris dengan judul program " a week in orphanage"

TOPIKINI.COM – Seorang kepala sekolah internasional terbaik di Jakarta yang berkebangsaan Inggris tiba-tiba menelpon saya langsung dan mengatakan bahwa mereka ingin study tour ke Ranah Minang untuk anak-anak grade IX selama seminggu…dan saya langsung bilang OK dan nanti akan design special program untuk sekolahnya…tapi kagetnya dia bilang “Jangan!” dan mengatak bahwa mereka sudah punya.

So kalau anda sudah punya program ngapain menghubungi saya lagi karena saya belum tentu tertarik menjalankan program anda! Jawab saya tegas!…lalu dia langsung bila bahwa dia baru saja dapat referensi ttg program kami dari salah satu sekolah di Inggris yang telah membuat program tahunan dengan saya…lalu saya langsung jawab ok dan tolong kirim programnya kepada saya untuk saya pelajari.

Setelah saya pelajari saya langsung menelponnya kembali dan mengatakan; “Pak!  Kalau program anda seperti ini anda ndak harus menghubungi saya karena travel manapun di Sumbar bisa melakukannya! dan anda kalau mau ini program harus saya rubah!! Lalu dia langsung meminta saya untuk tidak merubahnya krn sudah acc dari yayasan dan ortu murid dan kalau saya merubahnya dia merasa malu!.

Dan karena keterus-terangannya saya langsung bilang ok tapi dg catatan saya dapat merubah programnya dilapangan kalau saya dapat kendala…gentlemen agreement!.

Dan programpun berjalan..waktu itu yg mendampingi muridnya vice principal berkebangsaan Philipina dan waktu itu muridnya baru 1 kelas sekitar 20 orang! Selama 5 malam mereka hanya menginap di hotel **  Bukittinggi.

Tapi kagetnya ketika anak-anak ini baru saja check in dan mendapatkan kunci semua tamu yang stay disana complaint!..anak-anak ini nakalnya luar biasa..mereka ketok kamar orang lain keras-keras dan lari!..hampir semua lantai!..ada ibu-ibu yang keluar pakai handuk krn dikira emergency!..beberapa tamu turun kebawah dan complaint kepihak hotel..dan saya bersama kepala sekolah tsb dimaki-maki bahkan ada yg minta kami untuk check out!

Astaga….lalu sang wakil kepala sekolah mengadu dan minta maaf atas kenakalan murid tsb…lalu saya langsung bilang “Saya bisa MERUBAH ANAK-ANAK INI DALAM WAKTU 2 JAM!”..wakil kepsek tersebut kaget dengan penuh ketidak percayaan menanyakan…apa????? Kamu bisa merubah anak2 ini dalam waktu 2 jam???? How??? katanya.

Dan saya langsung meminta dia untuk membacakan program untuk keesokan harinya…dan setelah itu saya katakan bahwa besok saya akan merubah programnya..lalu dia menanyakan apa penggantinya?? langsung dg spontan tegas saya jawab “PANTI ASUHAN!”..lalu dia dengan emosi mempertanyakan apa hubungan merubah anak2 ini dg panti asuhan…saya karena sudah kesal juga membalas “Kamu mau ndak!!!??,..dia dengan terpaksa menjawab “ok lah” ndak sampai 50% kepercayaannya!!

Ketika dia ok saya lagi yang bingung..karena untuk kunjungan ke panti kalau tidak menyumbang tidak enak banget…dan kalau minta sumbangan dari mereka duh…sangat tidak profesional dan dia akan berpikir saya ” menangguk di air keruh!”..akhirnya saya anggarkan dana 2.5 juta dari kantong pribadi untuk disumbangka.

Lalu saya minta team saya  untuk mencari panti asuhan yang paling miris keadaannya sekitaran Bukittinggi dan dapat info ada panti Nurul Haq Padang Lua dan saya langsung minta dia untuk mengatur kunjungan kesana esok siangnya dan ok.

Paginya sebelum kunjungan saya “menyamar” kepanti tsb. Saya lihat anak2 lagi sarapan dan saling bercanda…tapi ketika melihat sepertinya mereka hanya makan nasi putih doang!!…duh miris!!

Akhirnya saya temui pengurusnya dan saya berbohong!!..”Ibu apa sudah ada telpon dari pimpinan saya kemarin ttg kunjungan anak2 sekolah kesini…lalu dia jawab sudah dan merasa senang dg kunjungan tsb.

“Ibu..kemungkinan anak2 sekolah (saya tidak menyebutnya sekolah internasional) ini “PATUNGAN” dan kira-kira apa yang bisa kami bawa untuk kunjungan tsb” karena saya ingin mendengar langsung apa yang mereka butuhkan..dan ibu tsb menjawab ” nak…belikan saja indomie!”.

Mendengar permintaan yg terlalu sederhana tsb membuat hati saya semakin miris…lalu saya langsung kepasar dan membeli 9 kebutuhan pokok + komputer (krn saya lihat tidak ada komputer dipanti tsb)…dari anggaran yg awalnya 2.5 juta langsung jadi sekitar 10juta..lalu saya datang duluan sebelum rombongan.

Dan lalu saya telpon guidenya dan menyuruh anak2 ini nanti yg membawa hadiah tsb kepanti dan mengatakan bahwa ini adalah sumbangan mereka!! Anak2 semangat membawa hadiah tsb kepanti…beras 20 kg mereka angkat bertiga tapi semangat…tapi mereka lupa bahwa mereka harus melewati “pematang sawah” dan hampir rata2 mereka terpeleset kesawah tapi alhamdulillah semua hadiah tidak ada yg jatuh walaupun hampir semua berkubangan lumpur.

Mereka betul2 menyelamatkan hadiah tsb…dan setelah sampai dipanti kita atur permainan-permainan yg membuat mereka dekat satu sama lain. Tidak ada jarak!…lalu saya meninggalkan mereka yang asik bermain untuk kembali kehotel.

Ini sambungan cerita dari wakil kepseknya lagi

Ketika acara selesai anak2 kembali ke bisnya dan saudaranya dipanti melambaikan tangan perpisahan. Dan mereka saling melambai. Haru…lalu ketika dibis sang kepsek bicara tegas didepan para murid..”

Lihat tuh.. teman kamu begitu senang dikunjungi…kamu tahu ndak yang sumbangan tadi bukan dari kita karena program ini mendadak. Sekarang saya minta izin kepada kamu semua bahwa kita masih uang 1 juta dan boleh tidak untuk disumbangkan saja kepanti tsb???…tapi diluar dugaan anak2 menjawab kompak..tidak pakkk…jangan!!!..(sang kepsek sangat gondok mendapat penolakan dari murid2nya)…tapi subhanallah…beberapa anak2 berdiri dan mengatakan biar kami yang patungan pak!.

Lalu mereka patungan dan terkumpul uang 3.5 juta dan mereka lari bersama kepanti untuk memberikannya. Mereka saling berpelukan lagi. Lebih haru..dan ketika kembali kehotel saya kaget ketika melihat anak2 mengambil kunci kamar dari receptionist berbaris satu baris dg tertibnya…dan kepseknya langsung menemui saya dibar dan memeluk saya sambil nangis!

“Maafkan saya Ridwan…saya laki2 tapi menangis didepan kamu krn saya tidak tahan melihat suasana dipanti tadi…dan kamu benar!!!…lihat tuh anak2 yg sedang mengambil kunci (sambil menunjuk ke arah anak2 tsb) dan berbaris satu line dg tertibnya.

Kamu benar…bisa merubah anak2 ini dalam 2 jam!”  Dan saya akan bicara pada yayasan dan kepsek perihal ini!”…akhirnya program yang kita design khusus ” experiential learning program (ELM)” seperti telah masuk kedalam kurikulum sekolah mereka dan rutin setiap tahunnya.

Penulis : Ridwan Tulus / Pelopor Green Tourism

Loading...