Remaja kota Padang Diajak Jaga Pola Makan dan Tidak Menikah di Usia Dini

Chintia Muara Zeni, Duta Genre RI

TOPIKINI, PADANG – Kota Padang mencatat, berdasarkan data terakhir angka stunting di kota ini yaitu 11,5 %. Artinya, 11 dari seratus anak yang lahir di kota ini, menderita stunting atau kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis.

Ulak Karang Utara adalah salah satu kelurahan di kecamatan Padang Utara yang menjadi lokus stunting. Meski daerah ini merupakan kawasan perkotaan dan ditinggali oleh masyarakat mapan, namun masih ditemukan anak yang menderita stunting di kelurahan ini.

Hal tersebut diungkap oleh Dedi Agustanto, Koordinator Sub Bidang Bina Ketahanan Remaja Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Barat, saat menggelar sosialisasi pendataan keluarga dan kelompok sasaran bangga kencana, kepada warga Padang Utara, hari Sabtu (27/11/2021) lalu. Menurut Dedi, pola makan masyarakat perkotaaan, yang suka menkonsumsi makanan siap saji, menjadi salah satu faktor yang memicu anak lahir stunting.

“Yang namanya kota harus zero lah, tidak ada lagi stunting. Jadi tergantung bagaimana nanti pola asuh pengetahuan bagi masyarakat kota Padang terutama remaja-remaja yang ada di kota Padang nanti kan berkeluarga, jangan sampai cepat saji terus atau junkfood ya, jadi sehingga kesehatan dan gizinya kurang apalagi nanti kalau sudah berbadan dua atau hamil,” ucapDedi Agustanto.

Sementara itu Chintia Muara Zeni , Duta Genre RI yang ikut memberikan pemaparan, mengajak kaum remaja agar peduli dan memperhatikan pola makan dan menghindari pernikahan dini.

“Karena terkait juga usia pernikahan, juga dari segi kesehatan belum siap dan akan menyebabkan anak menjadi stunting, jadi Ichin mengajak para remaja untuk peka dan peduli terhadap kesehatannya dan juga semangat 21 25, yaitu menikah di usia 21 bagi perempuan dan 25 bagi laki-laki, sehingga nanti kita bisa menjadi orang tua yang mapan, dan melahirkan anak yang berkualitas,” ucap Chintia.

Tidak hanya para orang tua, kaum remaja yang nantinya akan menempuh jenjang pernikahan, juga diminta agar menjaga pola makan serta tidak menikah di usia dini. Kedua hal tersebut, sangat berpotensi melahirkan anak stunting saat ia berumah tangga nanti.(art)