Relawan Benteng Jokowi: Satu Tahun Pemerintah Jokowi-Amin Berhasil Realisasikan Program Prioritas

Peluncuran Koperasi Digital Indonesia dihadiri Asisten Deputi Organisasi dan Badan Hukum Koperasi, Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM RI, Christina Agustin, A.Pi, M.M dan para stake holder koperasi dan UMKM di Jl. Kertanegara 25 Jakarta Selatan, Sabtu (14/9/2019). Foto: Gus Din.

Jakarta – Relawan Benteng Jokowi (Bejo) menilai satu tahun evaluasi pemerintahan Presiden Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin (Jokowi-Amin) sudah berjalan cukup baik. Dimana ada lima program prioritas pemerintah yang sudah berjalan maksimal dan terus ditingkatkan di situasi pandemi Covid-19.

Diantaranya yang program yang sudah berjalan adalah, Program Pembangunan Sumber Daya Manusia, Melanjutkan Pembangunan Infrastruktur, Menerbitkan UU Cipta Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM, Menyederhanakan Birokrasi dan Transformasi Ekonomi.

“Kelima program prioritas ini sudah berjalan dalam satu tahun pemerintahan Jokowi-Amin, terus harus ditingkatkan, walau di masa pandemi Covid-19,” kata Jak TW. Tumewan, SE., Ketua Umum Benteng Jokowi (Bejo) saat dihubungi, Jumat (16/10/2020) di Jakarta.

Dalam program prioritas pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), Jokowi sudah menciptakan para pekerja keras yang dinamis. Angkatan muda pekerja ini akan dicetak SDM Unggul yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dengan jumlah 7 juta angkatan kerja baru.

“Saat ini pak Jokowi sudah merancang dan telah mendata 7 juta angkatan kerja baru yang handal dan memiliki talenta yang bisa bersaing di tingkat global. Terbukti sudah ada 6,5 juta angkatan baru yang masuk di data kartu prakerja, yang akan mendapat bantuan stimulus dari pemerintah,” kata Pak Jak sapaan akrabnya.

Dalam rangka peningkatan SDM Unggul ini tidak dilakukan dengan pola lama, tetapi dengan pengembangan pola baru. Sebagaimana kata Pak Jokowi, Indonesia memerlukan endowment fund yang besar untuk manajemen SDM.

“Pemerintah juga sudah menyiapkan  optimalisasi di industri-industri agar terserap tenaga kerja. Dimana juga menggunakan teknologi untuk mempermudah jangkauan ke seluruh negeri, dari kota sampai ke desa,” jelasnya.

Selanjutnya menurut Pak Jak, capain proram kedua yang sudah berjalan, adalah melanjutkan pembangunan infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi. Tentu ini untuk mempermudah akses ke kawasan wisata, serta mendongkrak lapangan kerja baru.

“Program infrastruktur berkelanjutan ini sudah berjalan satu tahun ini, dimana untuk mempercepat jalur distribusi dan tentu untuk mengakselerasi nilai tambah perekonomian bagi rakyat,” terangnya.

Pemerintah juga sudah berhasil dengan program UU Cipta Lapangan Kerja, guna memotong segala bentuk kendala regulasi. Pemerintahan Jokowi bersama DPR RI sudah berhasil membuat adalah UU Cipta Lapangan Kerja yang sudah disahkan 8 Oktober 2020 lalu.

“UU Cipta Lapangan Kerja ini menjadi Omnibus law, dimana satu UU Omnibus Law merevisi beberapa UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja. Termasuk UU yang juga menghambat pengembangan UMKM otomatis berubah,” puji Pak Jak atas komitmen pemerintah.

Pemerintah juga sudah berhasil menjalankan program penyederhanaan birokrasi secara besar-besaran. Supaya investasi untuk penciptaan lapangan kerja menjadi prioritas utama. Pemerintah sudah berhasil memotong prosedur perijinan yang panjang dan ribet.

“Jokowi-Amin sudah melakukan pemangkasan birokrasi yang panjang dan ribet. Dengan perijinan mudah dan sederhana, maka dunia investasi dan usaha semakin cepat berkembang pesat,” tukas Pak Jak.

Selanjutnya yang sudah dilakukan Presiden Jokowi adalah transformasi ekonomi. Dalam hal ini, pemerintah akan beralih dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah ekonomi tinggi.

Tentu hal ini agar lebih menguntungkan secara ekonomi, demi kemakmuran bangsa dan demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Diantaranya program penguatan sumber daya alam yang sudah dilakukan adalah mengolah minyak kelapa sawit menjadi energi baru terbarukan menjadi bahan bakar dan avtur pesawat. Selain itu memproduksi nikel bukan hanya sebagai bahan mentah namun sebagai bahan jadi untuk lithium-ion baterei atau UPS. Jadi kita tak mengekspor bahan mentah saja, namun mengirim barang jadi, yang memiliki nilai ekonomi tinggi,” ungkap Pak Jak.

Pemulihan Ekonomi Nasional

Menurut Jak TW. Tumewan, SE., Ketua Umum Benteng Jokowi, lndonesia saat ini mengalami pelemahan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Pelemahan atau bahkan kemerosotan ekonomi ini bukan hanya dialami oleh bangsa Indonesia saja, namun juga negara-negara maju sekalipun.

“Pelemahan ekonomi ini, tidak bisa menjadi ukuran bahwa satu tahun pemerintahan Joko Widodo – KH Ma’ruf Amin (Jokowi-Amin) di 20 Oktober 2020 nanti, mengalami kegagalan. Namun, malah adanya pandemi Covid-19 ini, menjadi ujian terbesar untuk lebih kuat secara ekonomi,” ujar Pak Jak.

Menurutnya, kita harus mengakui bahwa ada pelambatan dan pelemahan ekonomi. Namun setelah adanya Tim Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional pemerintah bekerja taktis dan strategis untuk memulihkan kondisi ekonomi nasional.

“Pemerintah sudah menyiapkan strategi-strategi untuk memulihkan ekonomi. Dimulai dengan pemberian stimulus bagi UMKM dan Koperasi, keringanan pajak PPn dan PPh bagi UKM, pemberian bansos, pemberian bantuan kepada kelompok prakerja dan lainnya. Ini menjadi bukti keseriusan pemerintah memulihkan ekonomi nasional,” pungkas Pak Jak.

Kedepan kata Ketua Dewan Pendiri Koperasi Ekonomi Digital Indonesia (KDI) ini, dengan sisa 4 tahun kepemimpinan Jokowi-Amin diharapkan bisa lebih baik dan memiliki progres yang meningkat, sebagai visi pemerintah SDM Unggul Indonesia Maju. Sebab tidak ada visi menteri-menteri yang ada adalah visi Presiden Jokowi.

“Benteng Jokowi yakin Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dan bersama menteri-menterinya bisa mewujudkan cita-cita Indonesia Maju. Dimana masyarakat Indonesia maju secara ekonomi, sosial, politik, hukum dan hankam, serta sejahtera dan berkeadilan. Indonesia menjadi negara besar yang menjadi poros kekuatan ekonomi di Asia Tenggara,” pungkasnya. (red)

Penulis: RB. Syafrudin Budiman SIP

Loading...