REKTOR IAIN JEMBER MENGAJAK MEMPERKUAT KETAHANAN PANGAN DI PEDESAAN

Jember – Kondisi Covid 19 yang melanda negara negara di dunia, khususnya di Indonesia, berimplikasi pada ekonomi. Prof. Dr. Babun Suharto, SE. MM selaku REKTOR IAIN JEMBER yang juga Ketua Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaann se Indonesia ini mengutip, pernyataan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti yang menyebut, hampir semua negara pada tahun ini bakal mengalami resesi ekonomi, tidak terkecuali Indonesia.

Beberapa lembaga internasional bahkan sudah memprediksi bahwa ekonomi global akan terkontraksi pada kisaran 5 persen sampai 8 persen.

Resesi terjadi akibat adanya kekhawatiran gelombang kedua (second wave) pada kasus penularan Covid-19. Di samping itu tingginya tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan China, serta tensi politik domestik dan social unrest di AS juga menjadi bagian dari pemicu resesi.

Dari itu kami mengajak berbagai elemen masyarakat , terutama BAZNAS, MES Jember, LAZ-LAZ, Ormas dan pemerintah untuk melakukan gerakan filantropi di pedesaan, termasuk daerah masyarakat pinggiran hutan, karena desa itu tempat lumbung pangan yang dapat memperkuat ketahanan pangan. Kegiatan aksi kemanusiaan secara bersama dilakukan secara kontinyu setiap 1 -2 minggu dgn membagi sembako dan modal usaha..

Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE. MM. Disamping sebagai Katua MES Jember, juga menyerukan pada seluruh Pimpinan PTKIN se Indonesia untuk selalu melakulan Karya nyata bukan Karya kata ditengah- tengah masyarakat sebagai garda terdepan melalui aksi kemanusiaan dan praktisi ekonomi untuk menggunakan pijakan ekonomi syariah yang anti riba dan bebas renternir.

Sementara Ketua BAZNAS Jember HM. Misbahus Salam menyampaikan bahwa ketahanan pangan itu dapat diwujudkan dengan gerakan filantropi dan menghidupkan potensi potensi perekonomian di pedesaan, misalnya memasarkan produk produk lokal dan menggali potensi wisata yang ada lalu diperbaiki kwalitas pengelolaannya. (red)

Loading...