Pura-pura Mati, Perantau Minang Selamat dari Kerusuhan Wamena

153

TOPIKINI – Putri Yanti korban kerusuhan Wamena Papua, kamis (10/10/2019) petang tiba di Bandara Internasional Minangkabau. Kedatangan Putri disambut isak tangis haru oleh keluarga yang sudah menunggu. Putri selamat dari peristiwa kerusuhan karena berpura –pura mati, namun suami dan kedua anaknya meningal dalam peristiwa itu.

Kedatangan Putriyanti di Bandara Internasional Minagkabau pada kamis pukul 18.00 wib, sudah di nanti oleh pihak keluarga dari kabupaten Pesisir Selatan. Putri dan keluarga sudah tingal di Wamena selama 4 tahun dan berfrofesi sebagai pedagang.

Saat kerusuhan itu mengancam nyawanya, ia pura-pura mati sehingga lolos dari maut. Namun ia menderita luka bakar dan luka terkena tombak di beberapa bagian tubuhnya. Meski ia selamat, namun suami dan anaknya tewas dalam kejadian tersebut.

Putriyanti berencana akan menetap di kampung halamannya di kabupaten Pesisir Selatan, dan tidak akan kembali ke Wamena. Selain sudah tak memiliki suami dan anak, ia juga tak lagi punya rumah dan toko di Wamena karena ludes dirbakar.

“Saya tak mau kembali lagi ke Wamena, karena suami dan anak saya sudah tidak ada, took dan rumah juga sudah ludes, jadi taka da lagi yang mau saya cari disana,” kata Putri kepada sejumlah wartawan yang juga sudah menanti kedatangannya.

Menurut wakil gubernur Sumbar Nasrul Abit, Putri adalah pengungsi terakhir yang pulang ke Sumatera Barat, dari 601 perantau Minang di Wamena Papua.

“Putri ini yang terakhir yang pulang, yang lain masih ada tapi mereka kemungkinan akan kembali beraktifitas di Wamena. Kalau ada yang mau kembali lagi ke Wamena, silahkan, tapi pemda tidak lagi membiayai, dan kita saat ini sedang mendata untuk yang sudah di kampong untuk diberi bantuan,” kata Nasrul Abit, wakil gubenur Sumatera Barat.

Donasi yang dikumpulkan pemda untuk pemulangan perantau Minang korban kerusuhan Wamena sudah terkumpul Rp 4,8 milyar. Setiap pengunsi akan di berikan santunan sebesar Rp 1 juta perorang. Sedangkan untuk anak-anak diberikan santunan Rp 500 ribu perorang.(Erizal)

Loading...