Prof. Dr. dr. James Tangkudung Sportmed. M.Pd Diusulkan Jadi Menteri Kabinet Indonesia Kerja Jilid II oleh Relawan Jokowi

1181
Teks: Prof. Dr. dr. James Tangkudung Sportmed. M.Pd., Ketua Umum Forum Komunikasi Kita Pancasila (FKKP) saat diwawancarai Gus Din/Syafrudin Budiman SIP jurnalis online senior di Jl. Kertanegara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (14/09/2019). Foto: BP/dok.

Jakarta – Prof. Dr. dr. James Tangkudung Sportmed. M.Pd., Ketua Umum Forum Komunikasi Kita Pancasila (FKKP) yang juga seorang akademi ini diusulkan menjadi menteri Kabinet Indonesia Kerja (KIK) Jilid II. Dirinya digadang-gadang oleh para relawan dan pendukung Jokowi-Amin sebagai Menteri Kesehatan, Menteri Sosial dan Menteri Olahraga.

Ketika diwawancarai Gus Din seorang jurnalis online senior di Jl. Kertanegara 25 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (14/09/2019), dirinya tak pernah berfikir atau punya keinginan menjadi menteri. Namun, Prof. James sapaan akrabnya, bersyukur kalau dirinya dimasukkan dalam nominasi dan diangkat menjadi Menteri atau Staf Khusus Presiden.

“Alhamdulillah kalau kami diusulkan sebagai calon menteri pemerintahan Jokowi-Amin. Insya Allah saya akan jalankan amanah dengan baik dan penuh integritas,” kata Prof James.

Dirinya mengatakan pernah menjadi Deputy di Kementerian Olahraga pada periode Adiyaksa Daud dan Andi Malaranggeng. Sehingga katanya, dirinya tak pernah meminta-minta jabatan, namun jika diberi amanah akan menjalankan baik dan penuh integritas.

“Saya berniat akan mengembalikan kemajuan Indonesia, seperti yang diyakini Bapak Presiden Jokowi. Dan tentu keyakinan itu kita dorong bersama dengan Nawacita Jilid II,” terang Prof. James yang lulusan atau alumni Mahasiswa Jerman ini.

Ketika ditanya strategi apa dalam memajukan Indonesia sebagaimana Visi Indonesia Maju dari Jokowi-Amin? Prof. James menjawab, dirinya banyak menguasai tehnologi, sama seperti seniornya Prof. Dr. B.J. Habibie yang lulusan Jerman.

“Untuk itu saya akan siapkan program-program handal. Diantaranya, mengembangkan Universitas-Universitas di Indonesia, supaya kualitas sumber daya manusia Indonesia meningkat,” ujar Prof. James.

Selain itu, bagaimana menjalankan BPJS dan Pendidikan sama seperti di Jerman. Dimana setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan gratis dan pengobatan gratis.

“Kalau saya dipercaya Pak Jokowi sebagai menteri, akan saya modifikasikan program-progam yang ada dan mengambil sistem yang baik seperti di Jerman,” tandasnya.

Mensejahterakan Rakyat Indonesia

Bagaimana mensejahterakan rakyat dan bangsa Indonesia sebagaimana di Jerman? Sebagai orang yang sudah lama sekolah di Jerman dan sekarang Prof. James sebagai Guru Besar menjawab, dirinya akan mengembangkan tugas dan mengabdikan diri pada negara dan bangsa Indonesia.

“Seperti yang dikatakan Abraham Lincold saat kunjungan ke Jerman,d dalam mempersatukan Amerika Selatan dan Amerika Utara saat perang saudara. Abraham Lincold mengatakan, akan mengabdikan dirinya untuk negara dan bangsa,” tukas Prof James.

Bahkan katanya, Jhon F. Kennedy Presiden Amerika Serikat pernah mengatakan, ‘Dont Us, What Can Your Country Do for You, But Us, What Can You Do For Your Country’.

“Jadi dalam hal ini saya siap jika dipercaya, saya punya program-program dan tentunya akan mengikuti apa yang dinyatakan Pak Jokowi,” ujar Prof. James.

Kata Prof James, tujuann dirinya hanya satu sebagai Ketua Umum Forum Komunikasi Kita Pancasila (FKKP), yaitu sesuai perintah funding father bangsa Indonesia untuk mempersatukan dan menyatukan NKRI. Dan tujuan akhirnya tahun 2045 Indonesia memasuki Indonesia Emas demi kemajuan anak cucu di HUT RI ke 100 tahun.

“Visi Indonesia Maju sudah saya lihat banyak kemajuan. Pertama, menyamakan harga bensin sampai ke Papua. Kedua, pembangunan infrastruktur untuk lancarnya transportasi, karena itu adalah penunjang utama untuk kemajuan ekonomi rakyat dan mensejahterakan rakyat Indonesia dari Aceh sampai Papua. Tentu hal ini diperkuat dan ditingkatkan program nyata yang sudah ada,” pungkas Prof James mengakhiri wawancara dengan Gus Din yang juga Ketua Umum Barisan Pembaharuan. (red).

Loading...