Presiden Jokowi Diminta Stop Impor Garam

31

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengajukan permintaan kepada Presiden Joko Widodo agar menghentikan impor garam. Menurut Luhut, kebijakan impor garam mengakibatkan harga garam menjadi turun.

“Tadi saya saran ke presiden soal harga garam, supaya itu jangan lagi impor, karena saya pikir itu membuat harga garam jadi turun. Apalagi impor pada waktu panen,” kata Luhut di Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Selasa (23/7/2019).

Luhut menuturkan Indonesia kini memiliki lahan baru seluas 3.720 hektare di Kupang, Nusa Tenggara Timur yang bisa menambah produksi garam sebanyak 800 ribu ton pada 2021. Dengan adanya lahan di Kupang itu maka produksi garam dalam negeri kini bisa memenuhi seluruh permintaan pasar.

Loading...

“Jadi sebenarnya kita tidak usah lagi impor-impor. Sekarang ini saya sarankan presiden eloknya tidak usah ada impor-impor lagi lah. Itu bikin kacau,” ucapnya.

Lahan milik PT Panggung Guna Ganda Semesta di Kupang itu sempat bermasalah soal status dan tak kunjung aktif berproduksi. Padahal pemerintah tengah menggenjot pencapaian swasembada garam seluas 10 ribu hektare di Indonesia.

Luhut pun menggelar rapat dengan sejumlah pihak terkait dan diputuskan bahwa hak guna usaha di lahan seluas 3.720 hektare itu dibatalkan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 40 persen akan dibagikan kepada rakyat melalui program TORA alias tanah objek reforma agraria. Sementara, 60 persen sisanya akan dipergunakan untuk kepentingan industri garam.

Menurut luhut, produksi 800 ribu ton garam ini bisa dimulai satu tahun dari sekarang. Ia menjanjikan garam itu bisa mencapai kadar NaCl 98 persen, sehingga bisa langsung diserap oleh industri. Saat ini sebagian besar petambak baru bisa mencapai kadar di bawah 94 persen.

Dengan selesainya masalah PT Panggung Guna Ganda Semesta, maka Luhut menilai impor garam tak perlu dilakukan. Kebijakan impor garam apabila tetap dilaksanakan pada saat ini hanya akan menambah defisit perdagangan dan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) bagi Indonesia. Luhut berharap dengan dihentikannya impor garam, maka dapat menekan CAD.

“Jadi dari situ kita lihat current account deficit kita mestinya sangat bagus sudah. Karena tahun 2023 – 2024 kita sudah ekspor 35 miliar dolar AS dari sana,” jelas Luhut.

Gencarnya impor garam pernah dikeluhkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti. Menurut Susi, impor garam mengakibatkan jatuhnya harga garam di tingkat petani.

Selain itu, dia juga menyebutkan, merembes atau bocornya impor garam ke pasaran juga menjadi penyebab jatuhnya harga garam petani. “Persoalan harga jatuh adalah impor terlalu banyak dan bocor. Titik. Itu persoalannya,” kata Susi di Gedung KKP, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Susi menjelaskan jika impor garam tidak tinggi, harga garam di tingkat petani masih bisa dijaga. “Kalau diatur impornya di bawah 3 juta ton kayak tempo hari harga di petani masih bisa Rp 2.000, Rp 1.500. Persoalannya impor terlalu banyak dan itu bocor,” kata Susi. (AHW)