Polisi Tangkap Penjual Buku Nikah Ilegal di Padang, Harganya Cukup Murah

92

TOPIKINI.COM – Aparat Direskrim Umum Polda Sumatera Barat, menangkap dua orang pria yang menyedikan buku nikah kepada pasangan yang ingin memiliki buku nikah tanpa harus bersusah-payah mengurusnya di Kantor Urusan Agama (KUA).

Dari tangan tersangka, polisi menyita puluhan buku nikah yang masih kosong, beberapa buku nikah yang udah diisi, stempel, dan foto-foto yang diduga arsip klien yang para tersangka. Polisi mengekspos hasil tangkapan tersebut, Kamis (12/4) siang.

Siapa Presiden & Wakil Presiden 2019 Pilihan Anda?

RS 42 tahun dan AWS 53 tahun, ditangkap polisi di rumah mereka di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Padang, 6 April 2018 lalu. Keduanya dituding menjual buku nikah kepada pasangan yang ingin memiliki buku nikah secara cepat, tanpa melalui jalur yang resmi.

Kasus ini terungkap laporan seorang perempuan, yang curiga melihat suaminya memiliki buku nikah lagi. Setelah ditelurusi, ternyata buku tersebut diperoleh dari RS, warga Muaro Penjalinan. Ternyata, RS hanya seorang perantara. Penjual buku nikah tersebut adalah AWS yang tinggal di Kompleks Perumahan Kuala Nyiur II Blok C nomor 19 Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah Padang.

Dari rumah tersangka utama inilah, polisi menemukan banyak buku nikah yang masih kosong. Ada yang keluaran tahun 2010, keluaran tahun 2015, dan produksi tahun 2017. Polisi juga menyita puluhan pas photo yang diduga para kliennya yang membeli buku nikah dari tersangka.

Harga satu buku nikah dijual Rp1,3 juta rupiah. Jika ada konsumen yang membeli buku nikah, tinggal dipasangi foto masing-masing, dan diberi stempel.

“Modusnya menjual buku nikah. Hanya saja, kami belum tahu apakah buku nikahnya ini asli, atau buatan sendiri. Kalau asli, dapatnya dari mana? Terus bagaimana dengan keabsahan mereka yang membeli buku nikah ini? Itu semua masih akan kami koordinasikan dengan pihak kantor Kemenag Padang,” ujar Kombes Pol Edri Adrimulan Chaniago, Dir Reskrim Umum Polda Sumbar.

Tersangka dijerat dengan pasal berlapis yaitu pasal 263 KUHP, pasal 264 KUHP, pasal 266 KUHP, pasal 55 KUHP dan pasal 56 KUHP, dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara. (dio)

Loading...