Pelajar Korban Banjir di Pasaman Barat Terpaksa Naik Rakit Untuk Ke Sekolah

TOPIKINI.COM – Sekitar 3000 warga korban banjir di jorong Lubuk Gobing kecamatan Ranah Batahan Pasaman Barat Sumatera Barat, masih terisolasi karena jembatan penghubung kampung mereka hancur diterjang banjir. Rakit kayu menjadi satu-satunya alat tarnsportasi mereka untuk beraktifitas, seperti para pelajar.

Meski banjir sudah berlalu satu minggu, namun dampaknya masih dirasakan warga yang terisolasi. Seperti ratusan para pelajar di kampung itu. Mereka mesti naik rakit yang dibuat dari drum bekas dan papan, untuk bisa ke sekolah.

Jembatan satu-satunya penghubung kampung mereka, kini sudah hancur dan hanyut dibawa banjir.

Mau tidak mau, mereka harus menantang derasnya arus sungai batang Batahan, untuk bisa ke sekolah yang terletak diseberang.

“Kondisi ini sudah dialamai warga sejak satu minggu lalu, karena banjir bandang yang menghantam kampung kami,” ucap Nadir, kepala jorong Lubuk Gobing.

Banjir bandang yang menerjang Pasaman Barat, terjadi Jumat (12/10/2018) lalu, akibat hujan yang turun selama satu minggu terakhir ini. Kerugian akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai puluhan milyar rupiah, karena banjir memutuskan jembatan dan ruas jalan di daerah itu.(art)

Loading...