Paspor Indonesia Semakin Kuat Luar dan Dalam

420

Jakarta – Setelah makin banyak negara yang bisa ditembus tanpa visa, ternyata paspor Indonesia kekuatannya kini bertambah lagi dari sisi keamanan dan integritas dokumen perjalanan. Kenapa?

Hal ini dikarenakan paspor elektronik (e-paspor) Indonesia telah memperoleh sertifikat Public Key Directory (PKD) dari International Civil Aviation Organization (ICAO). Adapun sertifikat ini diterima langsung oleh Direktur Jenderal Imigrasi Ronny F Sompie di Kantor Pusat ICAO Montreal, Kanada, Rabu (25/9/2019) waktu setempat.

Indonesia saat ini menjadi negara ke-69 yang menerima sertifikat PKD, bersanding dengan beberapa negara maju seperti Inggris, Jepang, Amerika Serikat, Kanada, Singapura, Korea, Jerman, Perancis, dan sebagainya. Tentu saja dengan begitu derajat dan kewibawaan paspor Indonesia akan meningkat di hadapan negara-negara tersebut.

Lalu apa keuntungan paspor Indonesia bersertifikasi PKD? Menurut Kepala Subbagian Humas Ditjen Imigrasi Sam Fernando, sertifikasi ini memungkinkan data paspor Indonesia bisa diakses oleh 69 negara yang telah terdaftar di ICAO.

“Sebaliknya, Imigrasi Indonesia juga bisa mengakses data paspor negara ICAO. Keuntungan lainnya, pemegang paspor juga akan mudah melintas dan lebih dipercaya negara-negara tujuan,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jokowi App, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi saat ini tengah menargetkan penambahan Kantor Imigrasi yang menerbitkan e-paspor, dari semula 9 menjadi 27 kantor hingga akhir tahun 2019. Selain itu, akan dilakukan uji coba penerapan e-paspor berbahan polikarbonat di 4 Kantor Imigrasi.

Ketika pendaftaran memperoleh sertifikat PKD ICAO menjadi kewajiban bagi negara-negara yang telah menerapkan paspor elektronik, pemerintah juga akan memperkuat secara fisik dengan menghadirkan bahan polikarbon di seluruh paspor pada tahun 2024.

*Daya Tembus Bertambah*

Bukan cuma kuat dari sisi fisik saja, dari kekuatan daya tembus ke negara-negara tanpa visa paspor Indonesia juga tidak bisa diremehkan. Pasalnya, berdasarkan data Arton Capital dalam The Global Passport Index 2019, negara yang bisa ditembus tanpa visa dari penggunaan paspor Indonesia bertambah menjadi 76 negara dari sebelumnya 64 negara.

Arton Capital sendiri bukan lembaga abal-abal karena selalu menjadi acuan sebuah negara dalam mengetahui pemeringkatan kekuatan paspor negaranya dan negara lain. Untuk tahun ini, lembaga ini meneliti sebanyak 167 negara.

Adapun metodologi yang digunakan Arton Capital dalam membuat pemeringkatan ini berdasarkan data penelitian eksklusif dari berbagai sumber dan informasi resmi yang diberikan oleh lembaga pemerintah.

Selain itu, acuan Indeks Pembangunan Manusia yang dikeluarkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menjadi ukuran tersendiri dan menjadi indikasi penting bagi persepsi suatu negara di luar negeri, meliputi kehidupan yang sehat, pengetahuan yang luas dan memiliki standar hidup yang layak. (Gus)

Loading...