Pandemi Covid-19, Anak-Anak Hobby Game Online, Ini Anjuran Dokter Hanafi

Siak – Main game memang sangat mengasyikkan dan bisa bikin siapa saja, terutama anak-anak jadi lupa waktu. Meski bermain sudah menjadi hal yang “wajar” untuk anak-anak, tapi apa jadinya jika anak lebih sering duduk di depan layar komputer selama berjam-jam untuk bermain game online? Jika dibiarkan, hal tersebut bisa memberi dampak negatif bagi kesehatan fisik dan psikologis anak, lho.

Anak-anak zaman now pasti sudah tidak asing lagi dengan teknologi dan gadget. Bahkan menurut Marc Prensky, pakar pendidikan lulusan Universitas Harvard dan Yale dari Amerika, anak-anak yang berusia 14 tahun ke bawah merupakan “digital natives” alias penduduk asli yang menghuni dunia digital ini.

Kemajuan teknologi diapresiasi positif oleh Pemerhati Kesehatan dr M Fajar Hanafi. Menurut Hanafi, jangan hanya melirik hal positifnya saja namun harus memandang sisi negatif yang bisa berakibat tidak baik untuk kesehatan dalam rangka masa kembang tumbuh anak.

“Kecenderungan bermain game via Gadget bisa berakibat tidak baik bagi anak. Yakni, akibatnya saraf mata tentunya akan terganggu. Dan dampaknya ke organ tubuh lainnya. Maka, proses kembang tumbuh si anak akan terkesan dampaknya,” ujar dokter Hanafi saat ditemui di Klinik Perawang Medical, Senin (12/10/2020).

Namun kata dokter Hanafi, yang menjadi hal yang sangat memprihatinkan adalah anak akhirnya lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain game online daripada melakukan kegiatan positif lainnya seperti belajar dan bermain bersama teman.

“Dampak sosial tentunya kita harus jaga. Si anak akan malas belajar dan mengerjakan hal lainnya akibat sudah menghabiskan waktu bermain game di Gadget. Mereka cenderung akan memiliki ambisi atau kebiasaan yang tidak baik. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut kata pria kelahiran 21 September 1968 itu, mengimbau segenap orangtua anak-anak.agar turut serta mengawasi dan memberikan edukasi bahwa efek samping penggunaan Gadget secara berlebihan bisa mengakibatkan kondisi kesehatan tidak baik bagi si anak.

“Saya anjurkan bagi setiap orangtua anak yang memang kondisinya demikian, harus diberikan pembinaan atau edukasi bahwa efek negatif dari hal ini bisa berakibat tidak baik,” katanya.

Lebih rinci, dokter Hanafi menjelaskan efek samping lainnya bagi lingkungan keluarga, akibat kelebihan bermain game pada Gadget.

“Anak akan merasa gelisah dan mudah marah apabila tidak diijinkan bermain. Yang ada di pikirannya hanyalah permainan online, sehingga ketika ibu mengajaknya ngobrol, topik yang ia bicarakan juga tentang permainan tersebut. Selalu ingin main game terus menerus dan susah bila disuruh berhenti. Tidak peduli dengan orang-orang di sekitar, bahkan enggan bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya. Mengalami migrain dan mata lelah karena terlalu lama memandang layar komputer atau gadget,” beber dokter Hanafi.

Masih kata dokter Hanafi, untuk kesehatan akibat bermain Game pada Gadget yakni kesehatan mata terganggu, gangguan motorik atau tubuh anak kurang pergerakan sehingga menimbulkan pertumbuhan badan tidak maksimal, nyeri sendi atau otot terasa kaku karena kebanyakan duduk, dan menurunkan tingkat konsentrasi si anak.

“Menurut penelitian, kecanduan bermain game bisa membuat anak mengalami gangguan konsentrasi. Ketika anak senang bermain game, akan terjadi perubahan pada struktur dendrit sel-sel di dalam otaknya. Hal ini mengakibatkan konsentrasi anak menurun, sehingga ia mudah lupa dan gagal fokus. Paparan radiasi dari perangkat elektronik juga bisa melemahkan konsentrasi anak. Kesimpulannya, pada masa Pandemi Covid-19 saat ini kita imbau anak-anak memilih hobby yang sehat dan menjamin keamanan tubuh si anak,” tandas dokter Hanafi. (Simon)

Editor: RB. Syafrudin Budiman SIP

Loading...