Pancasila Bukan Dogma

39

Oleh : Adi Kurniawan (Ketua Umum Baranusa)

Bagi rakyat, Pancasila itu dirasakan. Bukan ditanamkan, bukan diperdebatkan apalagi dihafalkan.

Rasa tentang toleransi antar umat beragama, rasa tentang memanusiakan sesama manusia dengan adil juga beradab dalam memperlakukan sesamanya, rasa tentang persatuan dan gotong royongnya dalam menghadapi berbagai persoalan, rasa tentang pengambilan keputusan dengan cara bermusyawarah dan mufakat antara pimpinan dengan rakyatnya serta rasa keadilan dalam bentuk apapun baik ekonomi, hukum, sosial, politik dan budaya.

Penegasan soal mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara menurut saya akan menjadi keliru jika Pancasila itu sendiri tidak pernah dirasakan oleh rakyat. Karena faktanya :

1. Intoleransi semakin marak, dimana satu dengan lainnya masih belum bisa menerima perbedaan dalam beragama
2. Perilaku elit kita yg masih jauh dari perilaku yg beradab. Kemanusiaan yg terkikis dalam sehingga jauh dari sikap yg adil dalam memanusiakan manusia.
3. Elit yg tidak dewasa dalam menyikapi segala persoalan-persoalan bangsa. Fakta hari ini kedua kandidat capres yg bertarung dalam pemilihan presiden yg tidak mengedepankan persatuan. Mereka justru menggiring para pendukungnya untuk saling berseteru, bertikai tanpa sadar yg mereka bawa adalah rakyat. Persatuan menjadi tergerus jiwa gotong royong kita semakin tenggelam dan kehilangan makna.
4. Elit kita sebagai pemimpin tidak pernah mencerminkan sebagai seorang pemimpin yg dekat dengan rakyat, mereka lebih senang memperkaya diri sendiri, bermewah-mewahan, serta menghamburkan uang tanpa melihat darimana mereka berasal. Tak pernah ada musyawarah dan mufakat antara mereka dengan rakyat. Justru mereka lebih senang bermusyawarah kepada para pemegang uang dalam membuat sebuah kebijakan yg jauh dari harapan rakyat.
5. Kehidupan sosial yg timpang, kemiskinan yg semakin mendalam justru yg selalu menjadi persoalan tanpa sebuah harapan. Keadilan sosial masih menjadi mimpi bagi rakyat yg tertidur pulas di bawah ratapan kemiskinan.

Pancasila apa harus kita paksa pertahankan jika tidak pernah dirasakan?

Rakyat hari ini hanya butuh kesejahteraan sesuai janji-janji para elit ketika mereka sedang berkampanye. Rakyat tak ngerti apa itu ideologi apa itu Pancasila, apa itu khilafah, apa komunisme dan lainnya. Ketika mereka lapar mereka hanya butuh makan, ketika mereka haus mereka hanya butuh minum, ketika mereka kehujanan mereka hanya butuh rumah untuk berteduh, ketika mereka tak mengerti apa-apa mereka hanya butuh pendidikan, ketika mereka sakit mereka hanya butuh dokter untuk menyembuhkan dan ketika mereka merasa jenuh mereka hanya butuh hiburan.

Bicara ideologi negara bicara kecerdasan. Ketika negeri ini memiliki para pemimpin yg jauh dari makna Pancasila apakah pantas rakyat harus ngotot mempertahankan Pancasila?

Loading...